HomeShit
  • WpView
    LECTURES 321
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., avr. 3, 2020
Kata siapa rumah selalu jadi tempat ternyaman untuk pulang? Oh mungkin yang mengatakan hal itu karena mereka belum pernah merasakan hidup didalam rumah laiknya NERAKA. Hidup bak cinderella yang tinggal bersama ibu tiri. Aku hidup dengan keluargaku. Kandung. Iya kandung tapi tak pernah memperlakukanku dengan layak. AKU MEMBENCI SIAPAPUN YANG BERSTATUS KELUARGA. Aku tak ingin melihat mereka hidup di masa yang akan datang. Hancurnya aku hari ini adalah hancurnya mereka dimasa depan. *HAURA KANZIA FATTANAH* ___________________________________ Best Cover Regard: Instagram : @mylyart
Tous Droits Réservés
#4
alphawomen
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • RUMAH KITA
  • HULYA
  • Damn My Life: Saat Semua Pilihan Salah
  • RAGA TANPA RUMAH
  • Another Pain (END) ✔
  • Aku Hanya Ingin Punya Rumah untuk Tempat Pulang
  • LUKA KITA (TERBIT) ✅

Rumah adalah tempat ternyaman dikala, hati dan jiwa kita runtuh. disaat Tenga kita habis untuk dunia ini .di saat kita capek hadapi seluruh dunia ini, rumah tempat ternyaman saat kita pulang tapi, bagaimana kalo rumah itu sendiri .bukan tempat, ternyaman untuk diri kita sendiri. maka seluruh, tubuh kita sudah hancur jikalau rumah yang selama ini tempati , di besarkan, hanya menjadi rumah singgah saja bagi diri kita bukan menjadi rumah kita. itulah yang dirasakan oleh Asyifa Zahra Wijaya di saat usia nya 12 tahun dia sudah merasakan lelah dalam hidup nya . bahkan sampai dewasa pun di Masi sama mengatakan lelah dalam hidup nya. " ya Allah aku menerima dengan takdir yang kujalani saat ini. tapi aku cuma minta satu tolong jangan samakan ,takdir ku ini dengan ,bayi yang ku kandung ini. cukup aku saja" ujar Syifa dalam doa nya " Rumah itu bukan tentang rumah yang dibangun dengan kayu, atau rumah yang dibangun dengan bata ,tapi rumah yang di bangun oleh kedua orang tua .maksudnya, rumah itu seperti orang tua dialah pokok rumah kalian ,atap dan tiang itu bagaikan kedua orang tua, dan anak-anak adalah dinding nya rumah itu , itulah rumah yang sebenarnya " ujar ustadz Yusuf dalam kajian nya __________ TIDAK SEMUA RUMAH ITU ADALAH TEMPAT TERNYAMAN! AISYAH" tegas siyfa dengan nada keras Aisyah hanya terdiam sambil matanya terus menatap siyfa yang tengah bersandar di dinding yang tak henti - hentinya menangis sambil sesekali memukul dadanya . " Aku capek " " Aku capek" " Aku capek" ujar siyfa tiga kali menatap Aisyah dengan mata yang sembab . _______ jangan dilihat ajak yuk baca buat yang merasa keluarga broken home semangat melanjutkan hidup ❗ini bukan tentang kita lemah tapi ini tentang cara melanjutkan hidup kita

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu