Along with the Melody

Along with the Melody

  • WpView
    Reads 168
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 10, 2020
28 februari 2020 [Teenfiction] [Action] Public setiap hari Kamis dan Minggu Deskription: "Aku telah memberinya keturunan. Aku ingin bertanggung jawab, dan ingin menikahinya" Melody terdiam sesaat tanpa berkedip atau hanya sekedar bergerak. Dirinya mematung dan tubuhnya mulai bergetar. Ia langsung berbalik dan menatap pria yang tiga hari ini telah memberikan tumpangan kepadanya. "YANG BENAR SAJA? PUTRIKU TIDAK AKAN MENIKAH DENGAN PRIA SEPERTI ANDA. DAN SAYA SAMA SEKALI TIDAK PERCAYA BAHWA DIA HAMIL" Bentak ayah Melody tidak terima dengan ucapan Alfred yang sangat sembarangan. Melody menarik nafas dengan susah payah, seiring dengan turunnya butir air dari pelupuk matanya. "Maaf, selama tiga hari saya ada di rumah anda, selama tiga hari juga saya tidak pernah tidur bersama dengan anda. Jadi jangan membuat masalah di keluarga kami." Alfred menyeringai sambil berkata, "Kau tidak akan mengetahuinya. Karena setelah kau tertidur, aku selalu datang ke kamarmu." Bagaimana kelanjutannya? Langsung saja di baca dan jangan lupa untuk follow authornya.
All Rights Reserved
#10
rosalina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TROUBLE MAKER (OPEN PO)
  • I Just Love Her NOT You!
  • ALDREY [COMPLETED]
  • Dillema: The End Of Beginning
  • Fanny
  • Aracha
  • Perjuangan Yang Tak Dihargai(TAMAT)
  • REVANARA
  • COUPLE IN LAW [COMPLETED]
  • Trial & Error

[Sudah Terbit. Open PO] Bagaimana pendapatmu, jika kamu mempunyai tetangga yang menyebalkan? Risih? Kesal? Geram? Jengah? Pasti semua itu benar adanya. Dan, seperti itulah perasaan Yura pada tetangganya. Ralat, bukan pada tetangga nya. Tapi, pada anak tetangganya. Dia adalah Kenan. Si cowok gila. Yang setiap tahun, setiap bulan, setiap minggu, setiap hari, setiap jam, setiap menit dan detiknya. Cowok itu selalu mengusili, menjahili, dan membuat tekanan darah Yura naik drastis. "Aku punya permanian . Kamu harus nyebutin kata pertama yang aku ucapin. Kalau kamu gak bisa, kamu harus jadi babu di rumah, kampus, dan dimanapun. Oke?" "Ck, oke!" "Aku mau?" "Aku." "Mau eskrim?" "Mau." "Pacaran dikuburan?" "Pacaran." "Sama-sama?" "Sama." "Kamu dan aku?" "Kamu." "Sekarang, gabungin semua kata depan itu." Yura menatapnya jengah, dan mulai menggabungkan seluruh kata depan yang tadi ia ucap. "Aku, mau, pacaran, sama, kamu!" Ujar Yura jengah. Kenan tertawa, "agresif banget sih, Mbak?" Sedetik kemudian, Yura menata kata depan itu lagi. Astaga! Apa-apaan ini! Ini penipuan! "Penipu, lo!" Tunjuk Yura. "Sini-sini peluk dulu, unchh..." So, apakah Yura akan benar-benar jadi pacar dari Kenan? Atau dia akan berusaha lagi untuk menolak Kenan? Start : 25th April 2020 Completed : 22nd June 2020 #3 in love (20th May 2020 ) #1 in Humor (20th May 2020 ) #1 in Teenfiction (20th May 2020 ) #1 in Remaja (20th May 2020 ) #4 in Romance (20th May 2020 )

More details
WpActionLinkContent Guidelines