Matahari (ku)

Matahari (ku)

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 21, 2020
7tahun berlalu aku masih mengaguminya, bukan hal yang mudah mencintai seseorang secara diam-diam. Ingin aku ungkapkan, namun apalah daya? Aku tidak punya keberanian.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DIAM ADA RASA
  • Ikhlas dan Bahagia
  • My Bestfriend Is Mine
  •  DISTANCE OF LONGING [ END ]
  • Bunga Desa
  • Bintang Embun Dalam Kenangan
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • GENTAWA✓
  • Zona Hati
  • If It's You

Ada cinta yang tak pernah berniat memaksa, hanya diam... menunggu saatnya diterima. Ia tidak berlari, tidak juga berteriak, tapi menetap-seperti matahari yang tak pernah ingkar pagi. Alina menyimpan perasaannya seperti embun, bening, tenang, dan selalu ada meski tak terlihat. Sementara Raka, perlahan menanggalkan kelam, membuka ruang, dan belajar bahwa cinta bukan kelemahan-melainkan kekuatan. Mereka pernah berjalan berseberangan, pernah tenggelam dalam dunia yang berbeda arah. Namun semesta tahu: ada rasa yang tak bisa dibunuh oleh waktu... karena ia tumbuh diam-diam, dalam hati yang saling mengenal sejak lama. Kini, tak ada lagi perlu disembunyikan. Tak ada lagi tanya yang menggantung. Hanya dua hati yang pernah saling menunggu, akhirnya berdampingan, di ruang yang tak lagi sendiri. Dan mungkin... cinta sejati bukan tentang kata-kata yang diucap, tapi tentang rasa yang tinggal-dalam diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines