Story cover for Mendung by MariaMar416
Mendung
  • WpView
    LECTURES 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement févr. 20, 2020
Pagi tak berkilau tertutup oleh mendung. Menebar rasa khawatir seisi alam. Tapi tidak untuk kawanan gagak hitam. 
"Hei! Apa yang kau lakukan di sana?"
Seorang lelaki jangkung berseru kepada seorang wanita yang sejak tadi berdiri di emperan jembatan. Merasa seruannya tidak terdengar, lelaki itu mendekat. 
"Sial!" Gerutunya. Wanita yang ia lihat ternyata hanya sebuah patung buatan. Ia menarik patung itu dari tempatnya lalu menghempaskannya. Ia mengulang sampai kehabisan tenaga. Kemudian melemparkan patung ke dalam sungai. Merasa lega, ia menarik napas dan melanjutkan langkahnya. 
Sepanjang jalan, tiba-tiba ia membayangkan patung yang tadi ia lemparkan ke sungai. Benar. Dua tahun terakhir, baru kali ini ia melihat patung itu. 
"Ah, pasti milik seorang pedagang yang sengaja dia tinggalkan karena tidak laris." Pikirnya mencoba menepis pikiran negatif yang mulai mendekat.
"Tapi... tempat patung itu ditancapkan  sepertinya sudah sangat lama. Dan... " ia membalikkan tubuhnya. Dengan napas terengah, ia melongo. Tepi jembatan kosong. Ia melihat ke sungai. Hanya permukaan air yang berayun oleh gelombang kecil di sana.
"Aneh." Keningnya mengkerut. Dengan langkah gontai, ia memaksa kakinya mengantarnya pulang ke rumah.
Mendung masih tidak beranjak sampai lelaki jangkung tiba di rumahnya. Ia baru perlahan membiarkan kegelapannya menghilang saat lelaki jangkung masuk ke rumah dan menutup pintu.
Tous Droits Réservés

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter Mendung à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Sweet Nothings [End], écrit par chan-_-chan
21 chapitres Terminé
Sinopsis : Larut malam, Yan Qing melaju melintasi jembatan lintas sungai, yang akan berlabuh di tengah jalan. Sepintas, dia melihat seorang pria tampan berdiri tidak jauh, jadi dia melangkah maju untuk meminta bantuan, tetapi dia tidak pernah memikirkan- Pria itu benar-benar meraih pagar, mengangkat kakinya yang panjang, dan hendak melompat dari jembatan. Yan Qing terasa seperti mimpi. Namun, dia menariknya keluar dan menyelamatkan Huo Yunshen, yang kejam dan kejam di dunia luar. Namun, bos keluarga Huo ini sangat tidak konsisten dengan imajinasi. Bukan saja dia secara misterius menghantui istrinya, dia seperti harta, dia bahkan berlutut, matanya merah, dia memohon dan dengan keras kepala memohon padanya: "Qingqing, jangan tinggalkan aku lagi." - Ada rumor bahwa keluarga Huo sudah mati dan dicintai, jadi mereka akan bersikap dingin dan tidak simpatik, dan bahkan tidak melihat wanita. Tidakkah mengharapkan bintang kecil yang memulai debutnya segera merangkul pahanya? ! Orang dalam menyatakan di mana-mana: "Itu hanya stand-in yang terlihat seperti cinta lama, apa yang bisa dibanggakan!" Tak lama, "Bintang Kecil" Yan Qing memegang hadiah utama dan tersenyum manis di depan kamera: "Secara resmi mengklarifikasi, cinta lama Tuan Huo adalah milik saya." Malam itu, Huo Yunshen datang ke tempat kejadian secara pribadi, melepas mantelnya dan membungkusnya dalam pelukannya. Menghadapi wartawan yang tak terhitung jumlahnya, ia hanya mengatakan: "Tidak ada cinta baru dan cinta lama, aku satu-satunya dalam hidupku." - Yan Qing tidak tahu bahwa ia telah kehilangan ingatannya. Saya tidak tahu ... Ada seorang pria di dunia ini yang, dalam tiga tahun sejak dia kehilangan nyawanya, sama gilanya dengan mati. *Author : Chuan Lan
Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai), écrit par NurHanifah064
80 chapitres Terminé
"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah
Cahaya cinta Terakhir [On Going], écrit par AbiyaFatma14
16 chapitres En cours d'écriture
Sheila terlahir dari keluarga sederhana yang hanya tinggal berteduh di bawah atap rumah kontrakan dan diusia sang kepala keluarga yang tak lagi muda perekonomian keluarga itu pun tak lagi bersahabat. Dengan tatapan nanar bercampur gelisah Sheila menerawang jauh, memikirkan cara untuk membayar biaya rumah sakit sang ibu. Hingga Sheila bertemu dengan seorang wanita yang menawarkannya sebuah pekerjaan. Bagaimana kah kisah Sheila selanjutnya? Akan kah perjalanan hidup Sheila di selimuti oleh kebahagiaan dan senyuman juga tawa dari orang yang ia sayang? Atau sebaliknya? Mungkin tanda tanya itu semua akan terjawab dengan mudah saat hal buruk pada Sheila tidak pernah terjadi. Dan di sinilah semuanya di pertaruhkan. Kisah ini tak hanya tentang kisah romance picisan, akan tetapi kisah ini tentang seorang wanita yang harus terombang ambing dengan keimanannya, bukan hanya itu dalam cerita ini juga dapat ditarik kesimpulan jika uang bukanlah segalanya dalam hidup. Hingga mampu mempertaruhkan segala nya demi uang dan kedudukan. "Haruskah ku ambil tawaran itu? " Sheila Sheila tak ingin memilih bahkan ia tak ingin melakukannya, akan tetapi tawaran itu menjadi harapan baru bagi hidupnya. Keyakinan dan kebimbangan silih berganti mengusik benaknya, rasa takut juga turut memperolok Sheila untuk tak memilih. Namun, melihat satu manusia yang belum juga pulih membuat keyakinan itu hadir kembali. Melihat sang ibu yang terbaring tak sadarkan diri di ranjang rumah sakit hatinya.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 8
Voices In The Ocean : Cursed Man, Zale Merville [End]  cover
Sweet Nothings [End] cover
A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)  cover
Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai) cover
Bentangan Payung Biru cover
Larasati- Napas Dari Masa Lalu cover
Cahaya cinta Terakhir [On Going] cover
Ecosillia cover

Voices In The Ocean : Cursed Man, Zale Merville [End]

55 chapitres Terminé

Proses revisi 🙏 ___ Jemma selalu menjalani hari dengan lapang dada-meski tak satu pun harinya bebas dari cobaan. Dicemooh sebagai gadis aneh dan buruk rupa, ditambah sikapnya yang dianggap kasar, ia tetap berdiri tegak. Hidupnya penuh jalan curam, tapi ia tak gentar, selalu mampu menaklukkan semuanya dengan keberanian yang mengejutkan. Namun semuanya berubah... dalam sekejap. Di bawah cahaya rembulan, dari celah-celah gelap dermaga, sesosok makhluk misterius menyeretnya ke dalam laut. Tak sempat bernapas, pandangannya kabur, paru-parunya mulai terasa sesak. Kepanikan menguasai, pikirannya hanya bisa menjerit. "Gawat, aku akan mati!" Namun di detik-detik kritis itu, di antara gelombang dan cahaya bulan yang menari di air, ia melihatnya-makhluk itu. Meliuk-liuk indah dan menyeramkan, sosok itu mendekat dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan. Penutup wajah Jemma ditarik, wajahnya disentuh lembut, lalu-sentuhan dingin menyentuh bibirnya. Sebelum segalanya gelap, hanya satu hal yang tertangkap oleh matanya: senyum misterius... dan ekor yang berkilau di air. Lalu, kesadarannya memudar. Tepat sebelum semuanya gelap, bibir Jemma tampak bergerak, membentuk satu gumaman tak bersuara. "Sial, anjing laut." ____ ⚠️DILARANG KERAS BAGI SIAPA SAJA YANG MELAKUKAN PLAGIARISME!⚠️