Mendung
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 20, 2020
Pagi tak berkilau tertutup oleh mendung. Menebar rasa khawatir seisi alam. Tapi tidak untuk kawanan gagak hitam. "Hei! Apa yang kau lakukan di sana?" Seorang lelaki jangkung berseru kepada seorang wanita yang sejak tadi berdiri di emperan jembatan. Merasa seruannya tidak terdengar, lelaki itu mendekat. "Sial!" Gerutunya. Wanita yang ia lihat ternyata hanya sebuah patung buatan. Ia menarik patung itu dari tempatnya lalu menghempaskannya. Ia mengulang sampai kehabisan tenaga. Kemudian melemparkan patung ke dalam sungai. Merasa lega, ia menarik napas dan melanjutkan langkahnya. Sepanjang jalan, tiba-tiba ia membayangkan patung yang tadi ia lemparkan ke sungai. Benar. Dua tahun terakhir, baru kali ini ia melihat patung itu. "Ah, pasti milik seorang pedagang yang sengaja dia tinggalkan karena tidak laris." Pikirnya mencoba menepis pikiran negatif yang mulai mendekat. "Tapi... tempat patung itu ditancapkan sepertinya sudah sangat lama. Dan... " ia membalikkan tubuhnya. Dengan napas terengah, ia melongo. Tepi jembatan kosong. Ia melihat ke sungai. Hanya permukaan air yang berayun oleh gelombang kecil di sana. "Aneh." Keningnya mengkerut. Dengan langkah gontai, ia memaksa kakinya mengantarnya pulang ke rumah. Mendung masih tidak beranjak sampai lelaki jangkung tiba di rumahnya. Ia baru perlahan membiarkan kegelapannya menghilang saat lelaki jangkung masuk ke rumah dan menutup pintu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Voices In The Ocean : Cursed Man, Zale Merville [End]
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • Sweet Nothings [End]
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Menjaga Monster
  • The Cursed Prince
  • Bentangan Payung Biru
  • Ex or New? [REVISI]
  • Melihat Cinta dalam Gelap

Proses revisi 🙏 ___ Jemma selalu menjalani hari dengan lapang dada-meski tak satu pun harinya bebas dari cobaan. Dicemooh sebagai gadis aneh dan buruk rupa, ditambah sikapnya yang dianggap kasar, ia tetap berdiri tegak. Hidupnya penuh jalan curam, tapi ia tak gentar, selalu mampu menaklukkan semuanya dengan keberanian yang mengejutkan. Namun semuanya berubah... dalam sekejap. Di bawah cahaya rembulan, dari celah-celah gelap dermaga, sesosok makhluk misterius menyeretnya ke dalam laut. Tak sempat bernapas, pandangannya kabur, paru-parunya mulai terasa sesak. Kepanikan menguasai, pikirannya hanya bisa menjerit. "Gawat, aku akan mati!" Namun di detik-detik kritis itu, di antara gelombang dan cahaya bulan yang menari di air, ia melihatnya-makhluk itu. Meliuk-liuk indah dan menyeramkan, sosok itu mendekat dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan. Penutup wajah Jemma ditarik, wajahnya disentuh lembut, lalu-sentuhan dingin menyentuh bibirnya. Sebelum segalanya gelap, hanya satu hal yang tertangkap oleh matanya: senyum misterius... dan ekor yang berkilau di air. Lalu, kesadarannya memudar. Tepat sebelum semuanya gelap, bibir Jemma tampak bergerak, membentuk satu gumaman tak bersuara. "Sial, anjing laut." ____ ⚠️DILARANG KERAS BAGI SIAPA SAJA YANG MELAKUKAN PLAGIARISME!⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines