SAJAK-KU

SAJAK-KU

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 20, 2020
Bukan tentang cerita fiksi remaja, bukan tentang cerita dewasa, bukan tentang cerita berkelana hanya sekedar tulisan yang tertuang dalam bentuk bacaan untuk dibacakan dan harus diresapkan bercerita tentang realita kehidupan hanya sekedar penulis palsu yang mengharapkan tulisannya dibaca kamu hanya sekedar ingin menjadi aku dan menjadi aku yang di lihat oleh mu SELAMAT BERKELANA DI SETIAP PART SAJAK-KU BERI AKU MOTIVASI DAN BENARKAN AKU JIKA ADA YANG KURANG BAIK. BERI AKU KRITIK AGAR AKU BISA MEMPERBAIKI. DAN BERI AKU ILMU LUAS MENGENAI DIKSI SERTA MAJAS DALAM PENULISAN. SEKIRANYA AKU MENCINTAI AKU DAN AKAN MENCINTAI KAMU PULA SIAPAPUN YANG BERBAIK DENGAN KU.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • BarraKilla
  • Hati yang Membingungkan
  • ALL MY WOUNDS
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • J E S I S C A
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • BALADA KEHIDUPAN

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines