Rules
  • WpView
    Reads 3,993
  • WpVote
    Votes 339
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 9, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Lahir sebagai seorang alpha, anak seorang pahlawan, dan memiliki banyak hak istimewa tak serta merta membuatnya bahagia. Banyak hal yang membelenggunya, termasuk aturan untuk menguasai segala keahlian tak hanya berpedang. Harus menikah dan memiliki keturunan untuk melanjutkan darah dan tugasnya. Tapi bukan itu yang dia inginkan. Keinginannya hanya sederhana.. Pergi jauh. Menemukan saudaranya, dan memiliki packnya sendiri. Tapi dia lupa, tak peduli seberapa jauh dia pergi, dia tak bisa sembunyi. Takdirnya akan terus mengejar seperti kuda - kuda perang yang membawa badai besar. Memaksanya tunduk pada semesta dan mengikuti benang yang diikat di kelingkingnya. (special for Tonggeng)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [BL] Sudden Omega
  • LEGACY OF SECRETS
  • Protection
  • Alpha, Please be mine? [G×B]
  • His Omega ~Yeonkai~ 🔞
  • Enduring Bond |taegi-abo| (Complete)
  • [Bl] Omega Fatal ✅
  • Dibalik nafasku ada namamu (smartboom)

Sean adalah sosok penyayang anak-anak. Ia selalu bermimpi memiliki keluarga sendiri dengan anak-anak yang lucu dan menggemaskan. Namun, kesibukannya dalam bekerja membuatnya tidak sempat menemukan pasangan yang cocok. Sampai suatu hari, karena terlalu lelah bekerja, Sean mengalami serangan jantung. Tapi bukannya meninggal dan menuju alam baka, ia justru terlahir kembali ke dalam dunia sebuah novel aneh-dengan satu perubahan besar: ia kini bereinkarnasi sebagai seorang omega "Berarti gue nggak perlu repot-repot nyari istri buat punya anak" Namun, sebagai omega, ia tetap membutuhkan seorang alpha untuk bisa memiliki anak. Maka dimulailah pencariannya untuk menemukan alpha dengan bibit unggul. Hingga pada suatu saat... "Mati gua , bukannya itu bapaknya antagonis?!" batinnya melirik perutnya yang sudah mengembung

More details
WpActionLinkContent Guidelines