Story cover for How could it be? by badatearth
How could it be?
  • WpView
    Reads 354,725
  • WpVote
    Votes 28,129
  • WpPart
    Parts 40
  • WpView
    Reads 354,725
  • WpVote
    Votes 28,129
  • WpPart
    Parts 40
Ongoing, First published Feb 20, 2020
Kata orang, jodoh itu cerminan diri. Kata orang lagi, lelaki baik untuk perempuan baik pula. Jadi apa yang bisa diharapkan Jovanka? Berharap mendapat pria baik sebagai jodohnya ketika dia sadar dirinya jauh dari kata baik. Harapan yang sia-sia.

Lantas siapa jodohnya kelak? Seorang selebritis yang doyan terlibat gimik sepertinya, seorang pria yang rutin menghabiskan 3 malam dalam seminggu untuk mabuk di bar, atau justru seorang politikus yang lebih jago berakting di depan kamera melebihi dirinya?

Maka, Jovanka tidak pernah berharap dan berpikir seorang pria baik-baik dari keluarga baik-baik kelak menjadi jodohnya. Bagaimana mungkin?
All Rights Reserved
Sign up to add How could it be? to your library and receive updates
or
#40film
Content Guidelines
You may also like
Dear, Pak Dosen  by archaeopteryx_
22 parts Complete Mature
Rank #1 married-31/01/2019 Rank #1 lifestory-14/03/2019 Rank #1 ayah-08/04/2019 Rank #2 married-29/01/2019 Rank #2 mahasiswa-05/06/2019 Rank #3 marriage-15/04/2019 Rank #3 kehidupan-29/01/2019 Rank #3 keluarga-5/12/2019 Rank #3 kampus-19/03/2019 Rank #3 kuliah-15/04/2019 Rank #5 pernikahan-11/04/2019 Nara menggenggam secarik kertas dan melirik laki-laki itu sepintas, "Saya akan membacakan poin-poin yang harus Bapak patuhi. Poin pertama, jangan sentuh saya sampai saya wisuda. Saya tak ingin hamil sebelum lulus. Poin kedua, jangan menganggap pernikahan ini nyata. Jangan menganggap saya sebagai istri, sebenar-benarnya istri. Saya pun tak akan menganggap Bapak sebagai suami. Poin ketiga, jangan membebani saya dengan pekerjaan rumah tangga, saya tak suka. Poin keempat, Bapak bebas berpacaran dengan wanita lain yang Bapak cintai dan saya juga berhak jatuh cinta pada laki-laki lain, yang lebih muda dari Bapak tentunya. Poin kelima, Bapak jangan melarang saya bergaul dengan teman-teman dan beraktivitas di luar rumah, saya juga nggak akan melarang Bapak. Poin keenam, izinkan saya untuk menjadi diri saya sendiri. Poin ketujuh, kita akan tidur seranjang, tapi tolong jangan macam-macam sama saya." Nara menghela napas. Ada rasa lega yang seolah menjalar ke seluruh bagian tubuhnya. "Boleh aku meminta sesuatu juga darimu?" Argan menatap wajah polos dan cute Nara begitu menelisik. "Aku nggak minta banyak. Cukup sayangi anakku. Minimal bacakan cerita sebelum dia tidur dan kecup keningnya. Itu saja." Argan menatapnya datar. Ia beranjak dan melangkah menuju kamar. Kisah pernikahan perjodohan dosen berusia 32 tahun Bintang Arganta Yudha dan mahasiswi berusia 19 tahun Chandragitha Nara dengan segala kisah yang mengaduk-aduk perasaan. Ini tentang cinta, keluarga, dan ketulusan. 6 Nov 2018--16 April 2019 @archaeopteryx_
You may also like
Slide 1 of 9
Burning Up  cover
Stuck With U cover
Kembali Bersamamu (END) cover
Jodoh Sudah Menjemput Ku cover
F dan Z  ( and )  cover
The Crazy Wedding cover
Dear, Pak Dosen  cover
Perjodohan Tak Terduga cover
Jodohku Dosen Menyebalkan ✓-New Account- (TAHAP REVISI) cover

Burning Up

12 parts Ongoing Mature

Siapa gerangan perempuan sial yang kelak akan berakhir menyandang nama Aditya Anggoro di belakang namanya setelah menikahi Gama? Tentu itu tanda tanya besar yang seringkali Gama tertawakan bersama kawan-kawannya. Apakah seorang selebriti? Putri pengusaha? Atau bahkan bukan keduanya? Gama tidak peduli. Perjodohan adalah hal yang pasti baginya. Ia sadar kombinasi gaya hidup bebasnya sejak remaja dan kesibukan kerjanya tidak akan membantunya menemukan perempuan baik-baik untuk dijadikan istri. Lain dari sang kakak yang hanya mempersembahkan cintanya pada satu wanita, Gama tidak pernah jatuh cinta. Selama ini hanya ada dua nama perempuan tanpa ikatan darah yang Gama cintai, Jena Hara Rajendra-yang telah resmi menjadi kakak iparnya-dan Aurelly Rayina. . . . . Karenina memutuskan maju setelah yakin Gama akan mundur, siapa sangka rupanya pria petualang itu justru melangkah sebaliknya. Bagi Karenina, menyetujui perjodohan dengan pria macam Gama merupakan perjudian tanpa risiko. Tidak akan mudah, tapi pasti menarik.