Natas, nitis, netes.

Natas, nitis, netes.

  • WpView
    Reads 574
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Jan 9, 2023
Dari Tuhan kita ada, Bersama Tuhan kita hidup, dan Bersatu dengan Tuhan kita kembali. Sangat layak bersyukur jika Tuhan senantiasa memberikan kesehatan untuk kita. Dengan modal itu, kita bisa melakukan banyak hal sepanjang usia. Menikmati waktu bersama keluarga, berbagi bahagia dengan teman dan sahabat, menjalin hubungan cinta dengan kekasih, hingga mengejar apa yang jadi mimpi dan cita-cita. Sayangnya, Tuhan kadang punya rencana berbeda bagi kita. Tak seperti orang lain yang kondisi fisik dan kesehatannya baik-baik saja, aku dan mungkin juga kamu merasakan hal yang berbeda. Ya, kita diberi sakit yang tak biasa, yang membuat kita seringkali ingin menyerah atau sekadar menyalahkan keadaan. Kita lupa bahwa Tuhan kadang mencintai manusia dengan cara yang berbeda-beda. Mungkin, aku ingin sekadar bertanya.. Tuhan, mengapa kau menunjukan rasa cintamu dengan cara seperti ini? Mengapa harus aku?
All Rights Reserved
#60
meninggal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyerah atau Bertahan?
  • Laut Kelabu [Selesai]
  • Rainie ( END )
  • About Us [On-Going]
  • Dear Nata (Selesai)
  • M E M O R Y  (On Going)
  • I'm Alessa
  • Karamel [Completed]
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • KHALILA AND OTHERS

Nggak semua keluarga bisa di sebut rumah. Terkadang, mereka lah luka pertama bagi seseorang. Orang-orang ingin hidup seperti dirinya, apakah sebagus itu topeng yang dia buat?? Ada tangis yang ditahan, ada amarah yang tak bisa di unggkapkan, ada luka yang harus di sembuhkan. Ini bukan cerita tentang mencari kebahagiaan, melainkan bagaimana cara bertahan saat dirinya sendiri ingin menyerah. Jika jalan hidup mu tidak di takdirkan untuk bahagia. Mungkin, kamu takdirkan untuk membahagiakan orang lain. Jangan hukum dirimu sendiri, atas apa yang mereka buat. "Apa aku nyerah aja?" Ucap gadis imut itu. "Menyerah?? Kamu hanya tidak bisa menyadari, bahwa kehadiran mu bisa menerangi kegelapan di hidup orang lain" Jawab pria tampan yang menatap wajah gadis itu penuh kasih sayang". Penasaran bagaimana kisahnya? Yuk baca sampai habis ceritanya^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines