Regret

Regret

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 27, 2022
Penyesalan. Ya, itu yang dirasakan oleh Haura. Penyesalan atas kisah masa lalunya. Masa lalu yang tak ingin ia ingat lagi. Tapi seolah selalu terus membayanginya. Haura mencoba ikhlas, tapi tetap saja masa lalu itu selalu bercokol di kepalanya. Setiap ingat itu, ia hanya bisa meminta ampun kepada Sang Pencipta. Menangis, mengadu kenapa penyesalan itu tidak pernah enyah dari hidupnya. Ia menyesel, sungguh. Tapi, Haura mencoba memperbaiki dirinya agar tidak kembali ke dalam kubangan masa lalu itu. Mencoba memperbaiki apa yang sudah pernah ia perbuat. . . . . . DILARANG COPY-PASTE!!!!! MESKIPUN CERITANYA JAUH DARI KATA SEMPURNA, TAPI JANGAN MENJIPLAK KARYA SESEORANG! . . GIMAGARA
All Rights Reserved
#892
fiksiumum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Hiraeth.
  • Forbidden relationship (00-01line)✔️
  • RELEASE [ END ]
  • Maaf' (Revisi)
  • TEARS ✔️
  • 𝐀��𝐍𝐆𝐄𝐋'𝐒 𝐂𝐈𝐑𝐂𝐔𝐒 (𝐒𝐔𝐃𝐀𝐇 𝐓𝐄𝐑𝐁𝐈𝐓)
  • Remorse ✔️
  • Prambanan Obsession (END)

⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang

More details
WpActionLinkContent Guidelines