I Am Need happy family

I Am Need happy family

  • WpView
    Odsłon 41
  • WpVote
    Głosy 8
  • WpPart
    Części 1
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja niedz., mar 1, 2020
seorang gadis yang rindu dengan keluarga nya yang bahagia, ia selalu menjadi samsak papa nya untuk meluapkan emosinya. sampai pada akhirnya ibunya dimasukan rumah sakit jiwaoleh papanya, padahal ibunya tidak gila. di saat sekolah ia sangat cuek, ia mempunyai sahabat hanya satu. ia sering di usili oleh temannya. ternyata temannya yang mengusili mempunyai masalah juga seperti dirinya. . . . . . . •siapakah dia? •dan apakah masalah hidupnya? •apa ia akan bersatu dan selesai masalah keluarganya? langsung aja di bacaaaa!!!!! Jagan lupa di vote yaaaaa! ☺ happy Reading☺❤
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#304
capek
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • HIDDEN I (The End)
  • 𝐀𝐁𝐎𝐔𝐓 𝐊𝐄𝐘𝐋𝐀 [𝐄𝐍𝐃]
  • he is my lover
  • Belenggu Di Ujung Lara (terbit)
  • I'M TALISA
  • Lina Story
  • Cinta Masa Lalu Tuan Muda
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Destiny.
  • KEYVARA (Revisi)

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści