Takkan Usai

Takkan Usai

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 24, 2021
WpInfo
Non-Fiction
"Untuk kamu, Kuharap tunggumu tak lelah untukku. Sebab sampai nanti 'sementara' tak cocok untukmu. Semoga kita juga sama sama tau, hingga kini kita boleh dibawah langit pilu. Kau kejar mimpimu, aku pun begitu. Kita pikul bersama rasa yang bukan sementara." Ditulis dengan rasa dengan harap tak pernah sirna, sebab masa selalu gulir ego pada kisah yang terpanjat Takkan Usai. Zalea, seorang manusia sering dianggap pintar. Orang lain bilang hidupnya hanya dipenuhi rumus dan angka, tapi itu hanya label dari orang orang disekitarnya. Apa kalian juga sependapat dengan mereka ketika membaca cerita langsung darinya? "Terimakasih kepada orang orang baik yang sudah hadir, terimakasih juga untuk pembaca yang bersedia menerima curhatan zea"
All Rights Reserved
#81
penantian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • l'm Fine :) [ON GOING]
  • Sampai Sini [End]
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
  • Setelah Langit Berbisik (END)
  • Damira (END)
  • AURORA
  • HOPE (revisi)
  • Dokter dan Sang Penyair (Completed Story)
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • KOMAR.

Memandang dunia itu sebenarnya menyenangkan bila tak tau apa yang ada di dalamnya.. Berharap kebahagiaan akan terpancar disana Berharap semua akan baik baik saja Berharap dunia akan berperilaku baik Itu pandangan ku, seorang AMANDA KEYLI AUREL, Gadis yang tak segan kembali kemasa lalu hanya karena kerinduan yang terus menghantui ku. aku ingin membuka lembaran baru dalam hidupku, namun seakan masa lalu itu enggan pergi dari hidup ini. Aku berpikir akan baik saja dengan menjalani ini semua, berharap masa lalu itu akan musnah dengan sendirinya ketika aku kembali ke tanah kelahiran ku, berharap mama akan memandang ku lagi, berharap kakak ku akan memeluk ku lagi, dan berharap dia akan sama seperti dulu... Namun itu hanya sebuah harapan, kau tau apa yang kita harapkan dari sebuah Kata 'HARAPAN'. Karena diri sendiri lah yang mengharapkannya, diri sendiri lah yanng membentuknya. Harapan ku seakan terbelenggu di dalam kabut abu abu, kadang hilang di bawa angin, dan terkadang jatuh kejurang yang dalam. Dan apa yang harus aku harapkan dari makhluk tuhan yang berwujud Manusia.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines