Story cover for (UN)ERROR by aldenaya59
(UN)ERROR
  • WpView
    LECTURAS 550
  • WpVote
    Votos 85
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 550
  • WpVote
    Votos 85
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado feb 21, 2020
"Kalau gue bilang gue sayang sama lo, apa lo bakal percaya?"
-Aksara Lionis Dirgantara.

"Jangan berhenti buat suka sama gue ya?"
-Aurora Dity B.

"Gue belum paham, kenapa kita tiba-tiba berhenti?" 
-Arga Putra Prambudi.

----------------------------------------------

Kita  sempat sama-sama memberi luka, sebelum menghadirkan cinta. Sempat memilih pergi, sebelum akhirnya tinggal disini.

Kita adalah sepasang ganjil yang digenapkan oleh tuhan, dengan cara yang tak bisa dibayangkan.

Kita hadir karena kesalahan, yang membuat kita harus bertahan.

Kita tercipta karena satu rasa, kita tercipta karena alasan yang sama, kita tercipta untuk menunggu sang takdir menghapus duka. 

Sayangnya, kau ada untuk memberi luka, bukan menyelesaikan akar permasalahannya.

Kau tak bisa menjaga, hingga hilang ditelan nestapa.

Dan akhirnya, 
Hanya aku yang berharap.
Hanya aku yang menetap.
Hanya aku yang merasa tak dianggap.

"Gue tau, nggak semua hal bisa dipaksakan. Ada kalanya yang digenggam harus dilepaskan." -A
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir (UN)ERROR a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#506arga
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
Empty | 00L NCT Dream cover
DEAR LOVE cover
CLOSER cover
AILAH(END)✅ cover
Broken melodies cover
BEDA DUNIA cover
Arshaka Heizen Lergan  cover
HILANG [Segera Terbit] cover

Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

13 partes Continúa

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."