Gorden

Gorden

  • WpView
    LECTURAS 190
  • WpVote
    Votos 31
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, abr 5, 2020
WpInfo
Ficción
Terror
"Jika kubuka maka terbuka, jika kututup maka akan terlihat." Teka-teki membingungkan. Membuatku berpikir keras. Sangat disayangkan, teka-teki itu mengundang kecurigaan. Aku bergabung disalah satu perkumpulan mistis yang cukup terkenal, banyak sekali waktu yang kubuang untuknya, 9 tahun mungkin yang dapat kuingat ketika penerimaanku di perkumpulan itu. Perkumpulan yang menguak segala misteri kejanggalan. Hingga partnerku mencurigai rumah kosong yang ada di sebelah rumahku. Terdengar tidak asing bukan? Ini berbeda dengan apa yang kalian pikirkan, bahkan jauh lebih sulit dimengerti dengan adegan-adegan film yang berada di layar lebar. Tak ada hantu, tak ada iblis, tak ada setan. Bagaimana kalian tidak penasaran? Dengan teka-teki yang baru saja kuberitahu? Biar kuceritakan, bagaimana diriku saat berada disana. Dengan satu sambutan saat kami masuk ke sana. ©Enzo Lee
Todos los derechos reservados
#155
labirin
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Perjamuan Keempat Belas
  • CATATAN HARIANKU
  • Creepypasta
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )
  • Aku Tidak Ingin Seperti Ini
  • CREEPY PASTA - URBAN LEGENDS✔
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • (TAMAT)(18+) ARINA si penata rias
  • RAGU : THE SECRET STORY

Tak semua yang duduk di meja itu masih hidup. Tak semua yang hadir, datang dengan kemauan sendiri. Setiap malam bulan gelap, keluarga besar Raka berkumpul di rumah leluhur yang terkubur waktu dan debu. Di sana, mereka mengulang sebuah perjamuan kuno-tanpa kata, tanpa cahaya selain lilin, dan tanpa alasan yang pernah dijelaskan. Saat Raka datang untuk pertama kalinya, ia ditempatkan di kursi terakhir. Keempat belas. Tapi piringnya selalu kosong, dan tidak seorang pun menyapanya. Ia berpikir itu hanya tradisi aneh... sampai ia menemukan foto seorang pemuda yang wajahnya mirip dengannya-seseorang yang seharusnya duduk di tempatnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido