We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kisah yang (Harusnya) Tak Boleh Dibaca

Kisah yang (Harusnya) Tak Boleh Dibaca

  • WpView
    Reads 582
  • WpVote
    Votes 123
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 27, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Journal / Diary
Aku, dan keseharianku yang normal. Yah, setidaknya tidak ada yang namanya kumpulan manusia genius, agen yang menyamar, maupun cinta monyet ala-ala sinetron. Yah, normal seperti remaja lainnya yang hidupnya belajar dan berteman. Dan dibumbui sedikit drama hiperbola, tentu saja. Namun, kata 'normal' dalam kamus hidupku sebetulnya sedikit bergeser dari yang seharusnya. Isinya bukan petuah maupun kisah yang bisa diteladani. Ini hanyalah salah satu cara supaya diriku tidak melupakan hari-hari unik sepanjang hidup menempuh ilmu. Jangan kaget jika isinya tidak sekalem yang ada di atas. Karena isinya hanya curcolan sambat yang tak pernah tersampaikan selama ini. Dan semoga, nggak ada kata-kata kasar disini, hahaha. Semua yang ada di dalam cerita merupakan kisah nyata penulis, dipenuhi adegan mendramatisir di sana-sini, wkwk. Sebagian besar cerita soal kehidupan di SMA, dengan sedikit selipan kisah SMP dan SD. Namun, tak menutup kemungkinan cerita unik masa kuliah juga ikut-ikutan nampang, hahaha.
All Rights Reserved
#31
curcol
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALVIN (On Going)
  • ALEYA~~
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • JAM 3 SORE
  • YOKO. (BELUM TAMAT WAE.)
  • MOVE ON ✅
  • My Class
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • Ayesha Transmigration

⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ [ Berkomentar dengan sewajarnya, hargai siapapun orangnya dan apapun yang ia tulis ] Belum di revisi. [TANDAI TYPO!!] ________ Carilah orang-orang yang bisa membawa kamu ke jalan yang seharusnya kamu lewati untuk sampai pada tujuan yang baik. Banyak orang jahat berkeliaran hanya untuk kesenangan mereka pribadi, bahkan dalam keluarga sendiri pun masih sering orang yang melampiaskan masalahnya pada anggota keluarga yang tidak tahu apa-apa. Dan diposisi inilah aku hidup sebagai anak perempuan tunggal kaya raya, tetapi miskin kasih sayang. Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan seorang lelaki tangguh yang mengubah kehidupan ku hampir sepenuhnya. Ia benar-benar berbeda dari ayahku, padahal banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jodoh seorang anak perempuan adalah cerminan dari seorang ayahnya. Aku sempat percaya dan takut dengan pepatah itu, sampai aku tidak menginginkan berjodoh dengan siapapun karena takut jodohku sama dengan watak ayahku. Namun nyatanya, itu hanyalah tipu daya manusia. Aku sekarang tidak akan percaya dengan pepatah yang belum tentu ada buktinya. Meskipun begitu rumornya, aku akan tetap menyayangi kedua orang tuaku yang telah membesarkanku. Aku pikir penderitaan ku cukup sampai disitu, Namun ternyata aku salah besar. Ada saatnya kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang selama di dunia ini, mereka telah kembali pulang ketempat yang sudah seharusnya menjadi rumah terakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara, tinggalah tanah yang rata dengan dunia. Aku tidak sekuat dan seberuntung orang lain diluaran sana, selalu ada saja cobaan yang mendatangiku satu-persatu. Aku selalu berjuang mati-matian untuk kehidupan ku sendiri agar merasa lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja aku tak pandai menyelesaikannya, aku berusaha untuk hidup dan bangkit sendiri dari keterpurukan ini. WARNING!: DILARANG COPY/PASTE CERITA INI KARNA INI MURNI KARYA SAYA, JIKA ADA YANG COPPAST LAPORKAN KEPAD

More details
WpActionLinkContent Guidelines