Aku dan duniaku (depresi)

Aku dan duniaku (depresi)

  • WpView
    Reads 248
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Aku sendiri.... hanya bayanganku yang setia bersamaku ketika yang lain pergi hanya bayanganku yang selalu ada. Dia yang kehilangan sosok ayah dan ibu sedari kecil, ibunya masih ada namun ayahnya sudah pergi dipanggil yang maha kuasa. Dia yang merindukan sosok ibu, merindukan belaian dan kasih sayang seorang ayah dan ibu. Bisakah dia mendapatkan nya kembali? Iri, saat melihat teman-teman bahagia Iri, saat melihat yang lain bercanda tertawa Iri, saat mereka bercerita tentang keharmonisan keluarga. Benci ketika ditanya bagaimana denganmu? Itu lah aku yang selalu diselimuti rasa iri, dendam, takut, dan keputusasaan. Inilah aku yang selalu diselimuti rasa bersalah, kegelisahan dan kecemasan tanpa alasan, ketakutan yang luar biasa saat menghadapi masalah, takut akan kekosongan dan kesendirian. Warning!!! cerita ini kuceritakan sesuai dengan kondisiku, jadi updatenya tak tentu ya! hanya ingin mewakili perasaan ku dan orang lain yang mungkin mengalami hal yang sama!
All Rights Reserved
#52
kehampaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • Delayed happiness
  • Memories in Moon
  • Senja yang mendung
  • Happy Is Bulshit
  • BERSAMAKU SEBENTAR SAJA[BXB]
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines