MELODI KEHIDUPAN

MELODI KEHIDUPAN

  • WpView
    Leituras 1
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, fev 22, 2020
Kesabaran dan pengharapan kini berada dititik jenuh. Otak sudah habis berfikir dan akalpun sudah tak lagi bermain. Sajadahku semakin menipis dalam tiap sujudku Dan tangan terangkat entah terasa berat ataukah kaku kini, Kadang aku protes dalam do'aku dan kadang pula aku meminta belas kasihNYA. Sungguh,, kini ku sedang berada dilautan dilema Tenggelam dalam ruang yg gelap,hampa tak beroksigen. Aku mencari celah,meraba dengan harapan mendapat secercah cahaya menapakkan langkah untuk berpindah keruang berjendela. Bersama usaha menatap jauh dengan alunan_alunan melodi kehidupan. Disini.. Dihati ini aku berdiri menunduk,seraya memohon perlindunganMu Ya Rhabbku😇 #Sepenggal_Rindu Bima,22 February 2020 karya: RAF'AH
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • "You Don't Know Love" ( END)
  • BEFORE THE END
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • My Junior My Love ✔️
  • Just about my feeling 💜

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo