SKINCARE-AN DONG!  (REVISI)

SKINCARE-AN DONG! (REVISI)

  • WpView
    Reads 1,795
  • WpVote
    Votes 122
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Tue, Nov 24, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kata siapa orang kaya mukanya selalu glowing? buktinya gue enggak, iya sih kulit gue putih cuman kurang bersih dan glowing. Sering beminyak, tempat tumbuh jerawat, jangan lupakan komedo. Padahal duit gue banyak, bisa beli jenis skincare merk apapun itu. MASALAHNYA GIMANA CARA PAKEKNYA! "Mukanya glowing banget dah, bibirnya juga warnanya bagus pakek apa sih" -Gue "Aduh bersih banget tuh muka" -Gue "Muka gue kok beminyak terus!" -Gue "SKINCAREAN DONG!" -Temen yang memanfaatkan uang Gue "Sini gue ajarin, biar lu paham" - Rangga Jangan Copas cerita saya, kalau mau kita belajar bareng. Stroy by : Tin. Cover by : @StyllyRybell_
All Rights Reserved
#82
skincare
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INSECURE LOVE (END)
  • Cookies And Strawberry Jam
  • Hate Me Past, Not Now
  • Keluarga Sengklek || Chanbaek (END)✔
  • My Aurelya [End]
  • Silent Scars | Orine
  • When Mom Knows Us
  • REGARA(On going)
  • Terlalu Tampan -NCT 00'L- [✔]

[ YU DI FOLLOW DULU YUUU ] _AREA DI LARANG INSECURE!!!_ "Gue buruk banget ya?" lirihnya, bertanya ntah pada siapa. Fay tersadar, ia mengusap kasar air matanya. "Harus ya, semua cewek itu cantik? Harus ya, putih? Glowing? Nggak jerawatan? Body goals?" Fay menjeda ucapannya, lagi-lagi air matanya terjatuh. "Jika iya, berarti gue gagal jadi cewek? Gitu?" lirihnya lagi. Kali ini di barengi dengan isakan-isakan kecil. Fay menutup wajahnya dengan kedua tangannya, menangis terisak dalam diam. Menahan sesak yang seolah memenuhi rongga dadanya, dan bersiap akan meledak detik itu juga. Sudah cukup selama ini ia pura-pura kuat, sudah cukup ia pura-pura tidak peduli. Segala cibiran, hinaan, bahkan candaan yang di kemas dengan sangat rapi berisikan tentang segala kekurangannya, kini menumpuk menjadi satu. "Gue juga nggak mau terlahir dengan seperti ini, tapi gue bisa apa? Ini takdir gue, gue salah apa sama kalian? Gue nggak pernah hina kalian? Kalaupun kalian ngehina gue dengan alibi sebuah candaan, gue terima kan?" lirihnya lagi, semakin terisak. Ntahlah, katakan saja jika Fay lemah. Ya, memang lemah! Fay lemah! "Jangan sesekali lo nyalahin takdir, emang benar, banyak mulut yang ngehina fisik lo, dan lo nggak bisa hentiin mereka buat nggak ngehina lo. Lo cuma punya dua tangan, dan lo nggak bisa bungkam mulut mereka. Tapi, lo punya dua telinga, lo bisa fungsiin kedua tangan lo, buat nutup telinga lo. Jangan bodoh!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines