SKINCARE-AN DONG!  (REVISI)

SKINCARE-AN DONG! (REVISI)

  • WpView
    LECTURAS 1,788
  • WpVote
    Votos 120
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadConcluida mar, nov 24, 2020
Kata siapa orang kaya mukanya selalu glowing? buktinya gue enggak, iya sih kulit gue putih cuman kurang bersih dan glowing. Sering beminyak, tempat tumbuh jerawat, jangan lupakan komedo. Padahal duit gue banyak, bisa beli jenis skincare merk apapun itu. MASALAHNYA GIMANA CARA PAKEKNYA! "Mukanya glowing banget dah, bibirnya juga warnanya bagus pakek apa sih" -Gue "Aduh bersih banget tuh muka" -Gue "Muka gue kok beminyak terus!" -Gue "SKINCAREAN DONG!" -Temen yang memanfaatkan uang Gue "Sini gue ajarin, biar lu paham" - Rangga Jangan Copas cerita saya, kalau mau kita belajar bareng. Stroy by : Tin. Cover by : @StyllyRybell_
Todos los derechos reservados
#685
fashion
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • INSECURE LOVE (END)
  • Chantika
  • CANTIKA
  • Terlalu Tampan -NCT 00'L- [✔]
  • Cookies And Strawberry Jam
  • ketos dingin galak pacar ku!
  • SCOMPARIRE
  • Silent Scars | Orine
  • My Intern Boy [Completed]

[ YU DI FOLLOW DULU YUUU ] _AREA DI LARANG INSECURE!!!_ "Gue buruk banget ya?" lirihnya, bertanya ntah pada siapa. Fay tersadar, ia mengusap kasar air matanya. "Harus ya, semua cewek itu cantik? Harus ya, putih? Glowing? Nggak jerawatan? Body goals?" Fay menjeda ucapannya, lagi-lagi air matanya terjatuh. "Jika iya, berarti gue gagal jadi cewek? Gitu?" lirihnya lagi. Kali ini di barengi dengan isakan-isakan kecil. Fay menutup wajahnya dengan kedua tangannya, menangis terisak dalam diam. Menahan sesak yang seolah memenuhi rongga dadanya, dan bersiap akan meledak detik itu juga. Sudah cukup selama ini ia pura-pura kuat, sudah cukup ia pura-pura tidak peduli. Segala cibiran, hinaan, bahkan candaan yang di kemas dengan sangat rapi berisikan tentang segala kekurangannya, kini menumpuk menjadi satu. "Gue juga nggak mau terlahir dengan seperti ini, tapi gue bisa apa? Ini takdir gue, gue salah apa sama kalian? Gue nggak pernah hina kalian? Kalaupun kalian ngehina gue dengan alibi sebuah candaan, gue terima kan?" lirihnya lagi, semakin terisak. Ntahlah, katakan saja jika Fay lemah. Ya, memang lemah! Fay lemah! "Jangan sesekali lo nyalahin takdir, emang benar, banyak mulut yang ngehina fisik lo, dan lo nggak bisa hentiin mereka buat nggak ngehina lo. Lo cuma punya dua tangan, dan lo nggak bisa bungkam mulut mereka. Tapi, lo punya dua telinga, lo bisa fungsiin kedua tangan lo, buat nutup telinga lo. Jangan bodoh!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido