The Incident Love

The Incident Love

  • WpView
    Reads 2,388
  • WpVote
    Votes 145
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Berawal dari ketidak sengajaan rasa suka dan tertarik itu datang. Suasana kota yang ramai Marcell berjalan tergesa-gesa hingga tak sengaja menabrak tubuh seorang gadis hingga terjatuh. "Hey..." belum sempat ia mengatakan maaf gadis itu sudah melangkah pergi. Tidak membutuhkan waktu lama, Marcell kembali bertemu dengan gadis itu di sebuah gedung teater. "I have to bury my dreams" "Aku yakin kau pasti sembuh Dara" Seperti itulah yang Marcell dengar. Dan kisah itu terus berlanjut hingga Marcell bertekat untuk mendapatkan gadis bermata biru itu. Dara Emmanuel berhasil membuat Marcello Flynn Drew jatuh cinta untuk pertama kalinya. RATE 17+ DON'T COPY PASTE MY WORK!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Red Horizon
  • Hema Alkaris (and his life)
  • Saat Takdir Membalas
  • SUSAHNYA JADI COWOK
  • Dirga & Aletta (21++)
  • Lotus ⚠️ End
  • HEARTBREAKING (On Going)
  • BAD FIANCÉ
  • Save The Marriage (Sudah Ada Di Play Store)

Mereka tidak pernah benar-benar bertemu. Hingga takdir mempertemukan mereka di bawah logo kuda jingkrak, di mana garis antara kemenangan dan kehancuran begitu tipis-mereka mulai melihat satu sama lain dengan cara yang berbeda. Dibayangi oleh masa lalu, di tengah sorotan media, tekanan tim, dan lintasan yang menuntut lebih dari sekadar kecepatan, keduanya terjebak dalam permainan yang lebih berbahaya dari balapan mana pun-sebuah permainan antara kehilangan, ambisi, dan perasaan yang tak seharusnya ada. [Spoiler] "I made a playlist," ucapnya singkat, suaranya nyaris berbisik. "Thought you might like this one." Evie ragu sejenak, tapi jari-jarinya mengambil earphone itu dengan hati-hati. Satu sisi ia pasangkan di telinganya, sisi lain sudah tersemat di telinga Theo. Kabel putih itu jadi satu-satunya benang yang menghubungkan mereka sekarang. Nada awal dari lagu pertama mulai terdengar. Lembut, namun menghantam. Gitar pertama berdenting seperti udara malam yang masuk lewat jendela, menggores pelan ke tulang. Drum-nya pelan, tapi mantap-seperti detak jantung yang tak bisa dipadamkan. Evie tak siap. Dadanya mencelos saat suara itu masuk. Every breath you take... Ia mengedip cepat, menahan sesuatu di balik tenggorokannya. Matanya tetap tertuju ke jendela, tapi ia tak lagi melihat apa pun di luar sana. Yang ada hanyalah suara, dan Theo di sampingnya-begitu dekat, panas tubuhnya terasa sampai ke tulang rusuk Evie. Seketika, ia sadar betapa ia merindukan kedekatan ini. Rindu akan diamnya Theo. Rindu aroma musk lembut yang entah kenapa selalu membuat jantungnya berdegup lebih cepat. Theo memejamkan mata, kepalanya sedikit menunduk. Ia tak bicara. Tak bergerak. Tapi keberadaannya... menciptakan kehadiran yang tak bisa diabaikan. Every move you make Every step you take I'll be watching you... Evie menggigit bibir bawahnya. Ia tak tahu apakah ini permintaan maaf atau sekadar bentuk penghiburan. Tapi yang jelas, ia tak sanggup menolaknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines