The Stupid and The Mute

The Stupid and The Mute

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 25, 2020
Nama gue Areen. Hidup gue itu lumayan berat. Gue nggak tahu kenapa gue jadi seperti sekarang. Gue bisa di katakan terlahir bisu. bisu? Juga enggak. Cuma begitulah setengah bisu setengah enggak.bingung? yasudah baca saja ceritanya. Semenjak kecil gue udah biasa dengan ejekan atau ratapan kasihan dari orang akan kekurangan gue. Apalagi ketika Gue TK. Pastilah anak-anak pada ngebully gue. Gak cukup sampe disitu baik SD, SMP ,sampai SMA pun juga begitu. Mungkin karena emang udah biasa gue jadi terbiasa akan hujatan orang-orang. Mau tau hidup gue seperti apa?Di cerita ini juga kalian bakalan baca dan lihat perjuangan hidup gue. Gadis cacat yang ingin membahagiakan orang tuanya. Dan di cerita ini kalian juga akan ketemu dengan cowok badboy mesum dan kepelikan hidupnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DANADYAKSA
  • ALEXON [END]
  • Truth or Dare
  • When I happy? (TAMAT)
  • Don't Talk About Money
  • Constellations From The Room
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Masuk Kedalam Komik BL [END]
  • Jeya✔️

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines