Raniyah Putri Masya sudah jatuh cinta dan sayang pada Dianna, dari pertama kali mereka bertemu. Bagaikan takdir yang sudah digariskan, dia setulus hati sangat siap jika harus menjadi Bunda untuk Dianna. "Anna boleh pilih, mau panggilnya kakak, tante, atau.....bunda ?" tanyaku pada Anna dengan senyum terindahku menunjuk diriku sendiri. "Bunda" ucap Anna kecil. Kami masih saling memandang , Anna berucap lagi "boleh ?" lanjutnya dan menunduk kembali seakan aku akan menolaknya, padahal aku sangat senang jika Anna berkenan memanggilku bunda. "Boleh dong" jawabku sambil tersenyum, ku pegang kedua pipi tembem Anna dan menengadahkannya agar menatapku kembali, ku cium pipi kanan dan kirinya. "Mulai sekarang bunda akan selalu ada buat Anna dan akan selalu menjaga Anna" kutunjuk diriku ketika menyebut kata bunda dan juga menunjuk Anna ketika menyebut kata Anna. Ini karya pertama aku yang super ngaram, pertama kali berkhayal dan menulis di cerita ini tahun 2017, terus gak mood lagi dan baru mulai lagi 2024, coba up tahun 2025 yang memang udah sampai tamat pas berani up. Semoga ada yang tertarik membaca dan memberi masukan pada cerita yang gak jelas ini. trimss 2017-2025
More details