Rama dan shinta ( END )

Rama dan shinta ( END )

  • WpView
    Reads 2,619
  • WpVote
    Votes 593
  • WpPart
    Parts 56
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 29, 2021
Rank # 1 Remaja Rank # 1 fiksi remaja FOLLOW DULU SEBELUM BACA! jika dahulu shinta adalah seorang putri cantik lemah lembut Lain halnya dengan shinta zaman now, gadis cantik dengan hijabnya. Tapi kadang sering nyamblak, dan lucu. Tapi dibalik sikapnya, siapa sangka dia harus menanggung hutang ayahnya. Perpisahan kedua orang tuanya membuatnya harus bertahan dengan cara menaklukkan jalanan. Pertemuannya dengan pria tampan Rama membuat harinya menyenangkan atau malah membosankan? Ikuti kisahnya yuk. Jangan lupa vote nya yaa Biar author rajin upload
All Rights Reserved
#287
hijabers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • Twilight and Memories [TERBIT]✓
  • REGRET
  • Gula - Gula
  • 𝑨𝒃𝒐𝒖𝒕 𝑺𝒂𝒉𝒂𝒓𝒂 (ᴇɴᴅ)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • LIMERENCE // ✔
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • Matematika
  • HY (Hate You)

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines