Alvaro[On Going]

Alvaro[On Going]

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 28, 2020
" dasar lo itu cowo terdingin yang pernah gue kenal dan paling nyebelin . Gue sumpahin lo gak dapet jodoh suatu saat nanti." Teriak avriilia dengan kesal Tiba tiba alvaro langkah kakinya berhenti saat mendengar teriakan dari avriilia si ketos galak dan menengok ke sumber suara tersebut . "Nantinya kalo pun gue gak dapet jodoh,lo yang bakal jadi jodoh gue. "jawab alvaro dengan santainya lalu pergi meninggalkan avriilia yang diam mematung mencerna perkataan alvaro Penasaran langsung baca aja '(
All Rights Reserved
#119
osis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After J (Complete)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • How to Burn the Bad Boy (END)
  • Markxelio
  • 30 Hari untuk Ari
  • 365 Day's to Fall in Love
  • GASA [end]
  • FarsyAlbi (SlowUpdate)
  • ALSYA
  • AKSARA ( ON GOING )

Note: mengandung kata kata kasar dan adegan yang cukup kasar juga. "Masih cantik juga Lo, tidur berapa tahun? Huh?" Tanyanya, lagi-lagi Jingga menghardik tangan cowok itu. Mata Jingga tertuju kebelakang tribun dimana masih ada Alfa yang tengah meninju seorang cowok berkacamata, Jingga tak kenal cowok berkacamata itu, mungkin dia berbuat masalah dengan dua iblis itu. "Gue ngomong sama elo! Liat gue!" Bentak Juna. Sontak, Jingga langsung menatap Juna dengan nafas yang mulai memburu. Lagi, Juna tersenyum miring lalu berdecak "Bangun!" Perintahnya sebari ia bangkit dari jongkoknya. Jingga meremas pinggiran roknya takut tanpa mau menuruti perintah Juna, membuat cowok tuh bertambah marah "Bangun anjing!" Bentak Juna. Gadis mungil itu perlahan bangkit, belum tegak ia berdiri sebuah tangan milik Juna mencekik lehernya membuat oksigen yang masuk maupun akan keluar begitu sesak. Jingga memukul-mukul lengan Juna dengan kedua tangannya "Kak, le-pa-sin" ucap Jingga susah payah. Bukannya melepaskan, Juna malah mengunakan kedua tangannya untuk mencekik leher Jingga membuat gadis itu bertambah lemas.

More details
WpActionLinkContent Guidelines