I'M PELAKOR

I'M PELAKOR

  • WpView
    Membaca 630,890
  • WpVote
    Vote 6,310
  • WpPart
    Bab 25
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Agt 14, 2021
Nafas mereka memburu, Sarah terjatuh di dada bidang milik Erick. Keringat membasahi tubuh mereka, bagaikan lari maraton rasanya. "Mas, aku mencintaimu." Erick tak membalas, justru melumat bibir sexy Sarah dengan rakus. Barkkk!!!! Kedua orang itu terkejut, refleks mereka merubah posisi. Serasa ingin mati, pucat pasi tak berekspresi melihat siapa yang di ambang pintu itu. ___________________________________________________________ Perselingkuhan itu tak baik, memang tak di anjurkan untuk siapapun. Tapi ingatlah semua itu terjadi atas dasar saling suka. Sarah wanita cantik bertubuh indah dengan aura yang begitu menggoda tak ada lelaki yang tak tergoda dengannya. Namun, sudah lebih satu tahun lamanya ia tak gonta-ganti dalam merebut pasangan orang lain. Rasanya, hatinya mantap memilih pria kaya raya bernama Erick Sugadra. Hanya saja, Istrinya jadi penghalang. Tapi tentu saja Sarah tak akan berhenti mencari cara agar penghalang tersebut hilang. Sarah, akan bersabar bermain kucing-kucingan, hingga waktunya tiba.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#16
derita
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Rieril
  • 🖤Rahasia diantara kita
  • Wedding Accident [END-KARYAKARSA]
  • Menyentuh luka ( Tamat )
  • hati yang tak pernah di pilih [END]
  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • Setelah Menikah
  • Bukan Negeri Dongeng (END)
Rieril

Menyadari keberadaan Eril, Eyra buru-buru mengusap wajahnya. Eyra kembali menoleh, kini dengan senyum manisnya seakan tidak terjadi apa-apa. "Ngapain?" Tanya Eril yang dijawab gelengan ringan dari Eyra. Eril ikut duduk di samping Eyra "ketahuan banget." Ujarnya lalu menarik Eyra ke dekapannya. "Eril Apa-apaan sih?" Kesal Eyra berusaha melepaskan diri. Bukannya melepaskan, Eril malah semakin mengeratkan pelukannya. "Udah, nangis aja gak ada yang liat juga." Mendengar itu Eyra berdecak "ngapain sih, dateng-dateng malah nyuruh nangis" katanya, kali ini sudah tidak ada penolakan di dalam dekapan Eril. "Gue gak tau masalah lo apa, tapi gue bisa ngerti lo ada masalah" ujarnya menepuk-nepuk bahu Eyra. "Gak usah ngejawab!" Tanpa diminta lagi, tangis Eyra pecah. Eyra menangis bersandar di dada Eril. Gak usah ngira ngira, kisahnya gak semenyedihkan itu kok. Penasaran kelanjutannya? Yok! Ikuti kisah satu ini!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan