Seorang laki-laki yang memiliki trauma akan masa kecilnya dahulu.
Iya pernah hampir mencelakakan saudari kandungnya sendiri karena dendam terhadapnya.
Lama kelamaan kebencian terhadap nya tidak pernah bisa berkurang sehingga ia memutuskan untuk pergi.
Tapi saudarinya menahannya agar tidak meninggalkannya, namun ia tetap kukuh untuk meninggalkan keluarganya itu.
Ia hidup sendiri tanpa bantuan dari ayahnya, tapi entahlah apakah ia masih bisa menyebutnya dengan kata itu?.
Namun ia menemukan wanita yang dapat mendampinginya hingga ajal menjemputnya.
Akankah iya tetap membenci saudarinya itu?
Atau malah menyayangi saudarinya itu berjalan beriringnya waktu?
Kita lihat saja seperti apa alur cerita hidupnya.
Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu.
Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi.
"Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa.
Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku?
"Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya.
Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?