Who win the game?

Who win the game?

  • WpView
    Reads 15,512
  • WpVote
    Votes 546
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2015
-Raditya Dirgayasa- Opa nyuruh aku untuk memilih diantara mereka berdua? Dan aku juga harus menikahinya? Lalu gimana aku harus memilih diantara mereka berdua? Bagaimana kalau aku memilih salah satu dari mereka karena sebuah permainan?? Ah bukan sebuah permainan betulan sebenarnya, tapi entahlah dikategorikan sebagai apa.. -Anggita Nadirawan- Mama bener-bener ngelawak. Masa aku dan Vina dijodohin sama anak temen mama siih. Dan sialnya, kami hanya boleh menunggu untuk dipilih dan ga boleh nolak keputusan. Oh, dan lelaki itu.. ngeselin tingkat dewa karena mungkin ngerasa sebagai pemegang kendali. Oke, lu jual gue beli.. Aku ga mau hanya berdiam diri menunggu keputusannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unfinished Fate [TERBIT]
  • MUSHKIL PYAAR (End)
  • Dua Tahun Tersulit [END]
  • Perfect love Deal [Tamat]
  • My little wife
  • HALAI-BALAI | Antagonist Husband LENGKAP (SELESAI) TERBIT
  • Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔)
  • Love by Fate
  • 𝗗𝗜𝗔 𝗜𝗞𝗬

Judul lama Gorgeous Stepmother Ibnu Anggoro-seorang duda anak dua-terpaksa menikahi Marsha Amalia Adinata karena sebuah tuntutan. Perbedaan usia yang demikian banyak membuat Ibnu pesimis kalau pernikahannya akan berlangsung lama. Namun, pemikiran awal Ibnu terpatahkan didetik pertama dia bertemu sang gadis. Ibnu jatuh cinta pada pandangan pertama. Sementara Marsha, si pemilik kehidupan sempurna. Menawan, pintar, kaya, si bungsu kesayangan keluarga, tentu saja meragu atas keputusan papanya. Dia sadar betul, begitu papanya meminta dia tak akan bisa menolak. Marsha yakin kehidupan barunya kali ini tak akan berjalan mulus seperti yang sudah-sudah, belum lagi dengan sikap Ibnu yang dingin kepadanya. Seiring berjalannya waktu, ditengah kebingungan Marsha akan lingkungan barunya, timbul rasa yang sulit dikenali Marsha. Dia yang tak biasa jatuh hati mulai panik saat perasaan itu dia yakini tertambat pada suaminya sendiri. Namun, gengsi yang membelenggu membuat Marsha berdiam diri tanpa tindakan, belum lagi dengan kenyataan pahit yang diterima Marsha. Akankah Marsha dan Ibnu saling mengakui perasaan masing-masing? Atau tetap berdiam diri dengan kesalahpahaman yang semakin menggerus pondasi yang sejak awal memang sudah rapuh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines