Story cover for Burnout  by getabeternametrevor
Burnout
  • WpView
    LECTURI 279
  • WpVote
    Voturi 47
  • WpPart
    Capitole 10
  • WpView
    LECTURI 279
  • WpVote
    Voturi 47
  • WpPart
    Capitole 10
În curs de desfăşurare, Prima publicare feb 23, 2020
"Max, kenapa setiap manusia harus punya masalah?" 
"Ya biar dia bisa bertumbuh."
"Tapi kenapa besar banget ya masalahku?" 
"Gak ada masalah besar atau masalah kecil, Nar." 
"Maksudnya?" 
"Masalah itu sebenarnya sama. Sama-sama membuat resah, sama-sama menyulitkan. Tergantung bagaimana cara kita menanggapinya." 
"Memang seharusnya tanggapan kita harus bagaimana?" 
"Seharusnya bukan itu pertanyaannya." 
"Lalu apa?" 
"Bagaimana cara bangkitnya?" 
"Bagaimana, Max?" 
"Menerima, ikhlas." 
"Sulit." 
"Memang, tapi itu pilihan, Nar. Kamu mau terus sakit atau bangkit." 
"Baiklah." 
"Satu lagi, kerjasama dengan pikiran." 
"Aku gak paham." 
"Nar, masalah itu siapa yang ciptain kalau bukan pikiran kita sendiri? Karena sebenernya kalo kita gak mau menjadikan itu masalah. Gak akan jadi masalah." 
"Tapi, Max. Gak semuanya masalah berasal dari pikiran, perasaan juga ikut campur tangan. Kita bisa mengontrol pikiran tapi tidak dengan perasaan." 
"Kalau begitu kembali ke syarat yang pertama. Ikhlas."
Toate drepturile rezervate
Înscrie-te pentru a adăuga Burnout la biblioteca ta și primește actualizări
sau
#827mentalhealth
Linii directoare referitoare la conținut
S-ar putea să-ți placă și
S-ar putea să-ți placă și
Slide 1 of 10
Let Me Love You Longer cover
Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS] cover
Strong Girl Michella (END)  cover
BETWEEN cover
Different [END] cover
Clarisa Yunita ( End ) cover
WORLD IS A TRAP 🌎 [SUDAH TERBIT] cover
Kita Sembuh Bareng? cover
Hopeless cover
Menyerah atau Bertahan? cover

Let Me Love You Longer

34 capitole Complet

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest