Shawn
  • WpView
    LETTURE 24
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, feb 23, 2020
"Yang di kantin, yang pakai baju putih, Widya suka katanya!," kata Fani teriak. Aku malu cuman bisa menutup wajahku dengan mukena yang ku bawa sambil berusaha membekap mulut lemes Fani. "Namanya, Shawn, Wid. Suka dipanggil Saun. Alumni SD sini." Namanya Shawn. Lelaki yang sampai saat ini mampu membuatku senang dengan caranya sendiri. Dia yang selalu sabar menghadapiku yang entah bagaimana ini. Bagian itu merupakan awal aku bertemu dengan sosoknya, lalu kita merajut hubungan bersama dan entah bagaimana akhirnya, silahkan kalian baca sendiri. Selamat membaca!. -Widya.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Dishana (End)
  • The Beauty Inside(Complete)
  • Kenaida
  • Troublemaker
  • ZAKINTA
  • SELENOPHILIE [END]
  • Nadi Membenci Hati
  • Alkenio
  • I'm okay (END)
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti