Mahligai cinta yang terkoyak

Mahligai cinta yang terkoyak

  • WpView
    LECTURES 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., févr. 25, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Terkadang aku merasa hidup penuh dengan simbahan darah deras bercucuran bersama luka yang tertoreh setiap saat. Warna merah darah tak henti-hentinya memburu, mengejar dan menghambat arus takdirku. Kemana aku pergi, disitulah darah itu menempati. Bila kesabaran tumbuh dalam hati di saat itulah Allah SWT sedang menguji.
Tous Droits Réservés
#209
siksa
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • Mazoya Ananta
  • Penjara Pikiran
  • Historia De Amour
  • Kesempatan Ketiga
  • Meninggalkan Tanpa Pamit
  • Air Mata Cinta
  • My Destiny
  • Ikhlasku Merelakanmu (END)
  • -YOU-

Pria itu tampak tersenyum tipis. "Aku tidak tahu, tapi aku sungguh tidak menyukai itu. Aku dekat denganmu hanya sebatas karena rekan kerja saja, sama seperti aku dengan Aara. Bahkan aku rasa aku lebih dekat dengan Aara. Tapi apapun alasan mereka mengatakan aku mempunyai hubungan denganmu, aku sangat berharap kalau kamu mempunyai pikiran sesuai apa yang aku harapkan. " Dia menarik napasnya panjang lalu membuangnya. "Aku harap kamu juga seperti aku. Aku menganggapmu sebagai rekan kerjaku, dan kamu pun begitu, menganggapku hanya sebagai rekan kerjamu. Jangan merasakan apapun padaku melebihi batas itu. Aku harap, kita tidak terjebak dalam rasa yang tidak seharusnya timbul, Nafsiyah." Karena cinta tak selamanya berwarna merah jambu. Adakalanya kita harus merasakan pahit dan kelamnya warna kelabu. Tapi nikmati saja, luka yang seolah tak berujung ini bisa jadi akan aku rindukan suatu saat nanti. Karena pada saat itu, setidaknya aku masih bisa bersamamu. Ilyasa Khalifatul Kahfi

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu