DIA HILANG DI TANAH HARAM

DIA HILANG DI TANAH HARAM

  • WpView
    LECTURAS 265
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 11, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Etiquetasreligi
[Assalamu'alaikum calon makmum. Apa kabar? Alhamdulillah, hari ini ada waktu untuk memberi kabar hati yang merindu pada calon ibu dari zuriat, abang.] Pesan WhatsAp dibuka setelah terdengar berdering beberapa kali. disela persiapan Anna menuju rapat bersama Ridwan. Berbagai pesan singkat dari beberapa individu maupun group memenuhi toolbar handphone Anna, namun matanya hanya tertuju pada satu pesan yang tertulis atas nama calon imam. Bahagia hati Anna tidak mampu tertutupi, senyuman lebar menghiasi bibir manisnya. Akhirnya kabar yang ditunggu selama berhari-hari, telah terwujud jua. Kesal dan marah pada Ridwan, tidak lagi membekas dibenaknya untuk sementara waktu. Sejenak Anna serasa hidup di belahan dunia lain, melayang bebas lepas di awan. Kata-kata manis yang dikirim Taufiq mampu menciptakan fantasia khayal. Jemari Anna terlihat tidak sabar membalas untaian kata-kata rindu pada sang kekasih pujaan. But, no...! Anna belum diperbolehkan untuk mengepresikan rasa dengan murah. Harga dirinya sebagai seorang wanita harus tetap tercover di hadapan Taufiq. Taufiq belum benar-benar sah bergelar suaminya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ILUSI dan MIMPI
  • First love And Last Love
  • Angel To Raya (END)
  • Dear Ikhwan [SELESAI] ✔
  • Imamku (SELESAI)
  • Let it Flow   (SUDAH TERBIT)
  • Anugrah Cahaya Langit [New Version]
  • Bersama imamku
  • ALVANA [ON GOING]

"Za,kalau besar nanti kita pacaran yuk." Ucap Haidar kecil di umurnya yang masih 5 th. "Kata Mama kamu, pacaran itu gak boleh.Orang muslim gak boleh pacaran loh." Jawab Zahira dengan nada yang masih kekanak-kanakan. "Ya Sudah,ayo kita menikah saja." Ucap Haidar dengan ekspresi polosnya. "Kata Mama kamu juga, kita gak boleh menikah kalau belum punya kartu KTP." Zahira menjelaskan tidak kalah polosnya dengan Haidar. "KTP namanya Za, bukan kartu KTP." Haidar tertawa, membenarkan ucapan Zahira kecil. "Sama saja,pokoknya Mama kamu bilang begitu." Zahira menggelembungkan pipi chubby nya dan sesekali melirik Haidar yang masih bermain pasir di pantai bersamanya. "Kok kata Mamaku semua sih,Za.Sebenarnya yang anaknya itu Aku atau kamu sih!" Haidar sama kesalnya dengan Zahira. "Entah,kamu kan gak pernah dengerin kalau sedang dinasehati Mama kamu.Mungkin Mama kamu lebih suka Aku daripada kamu." Zahira menjawab asal menaikkan bahu sembari menertawakan Haidar. *** Bagaimana jika masalalu yang telah kau lupakan kembali lagi di kehidupanmu? Apakah kau akan kembali ke masalalumu atau menerima dia yang tidak kau cintai. Dan Bagaimana cara kau menyikapi masalalu yang menyakitimu dan membangun masa depan dengan seseorang pilihan orang tuamu(?)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido