We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Harapan Tercabik-Cabik

Harapan Tercabik-Cabik

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Feb 27, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Setitik harapan yang membuat Ajeng terus berjalan. Setitik harapan yang membuat Ajeng memiliki mimpi. Setitik harapan yang membuat Ajeng menitipkan semua rasa. Harapan yang setitik bukannya bisa dipetik. Namun harapan hanya tinggal harapan. Rasa yang selalu menggoda Ajeng agar tetap bertahan demi sebuah harapan. Hari-hari dilalui Ajeng dengan kepiluan. Keperihan yang menyesakkan dada. Rintihan hati yang menjerit. Menjerit demi sebuah nama yang diperjuangkan. Ajeng mengalami trauma yang mendalam. Saat ini Ajeng sedang menjalani psikoterapi. Setiap kata yang keluar dari mulut Ajeng hanyalah sebuah nama yaitu Irvan. Apa sebenarnya yang terjadi pada Ajeng?. Bagaimana dengan Irvan disaat Ajeng mengalami trauma?. Pedulikah Irvan?. Hadirkah Irvan disaat orang yang menitipkan rasanya mengalami hal tersebut?. Ikuti kisahnya dalam buku yang berjudul: "Harapan Tercabik-Cabik".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • The Space Between Us
  • Melihat Cinta dalam Gelap
  • Narasi patah hati
  • Meneroka Jiwa 2
  • SESHILIA (Hiatus)
  • KATAOMOI [TERBIT]

The Winners Wattys2018 Catergories The Contemporaries Based On True Story Terinspirasi dari sebuah kisah nyata yang saya ceritakan kembali dengan sudut pandang penulis. Nama tokoh dan tempat kejadian disamarkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. **** Bagaimana jika suatu kepercayaan dan kesetiaan dikhianati oleh dua orang yang sangat kamu cintai? Tidak ada kata lain selain ikhlas dan sabar dalam menghadapinya. Nasi sudah menjadi bubur, apa yang telah terjadi tidak bisa diubah kembali dan waktupun tidak bisa diputar kembali. Andaikan waktu bisa diputar ulang maka tidak akan pernah ada kata penyesalan. Hari menjelang pernikahan yang biasanya ramai dengan canda tawa serta senyum kebahagiaan, harus rela berganti dengan tangisan memilukan serta penyesalan seumur hidup. Ketika menjelang hari di mana Sekar akan melaksanakan Ijab Qabul pernikahannya. Dia dikejutkan dengan teriakkan sang ibu ketika mendapati kakak perempuannya-Kasih, yang telah bersimbah darah karena memotong urat nadi pergelangan tangannya sendiri. Selanjutnya dia dikejutkan kembali dengan kenyataan bahwa kakak perempuannya tengah hamil. Dan yang paling membuat Sekar terpukul, ketika mengetahui ayah dari bayi tersebut, tidak lain adalah calon suaminya sendiri-Dimas Aditya. Ucapan bahagia berubah menjadi bisik-bisik menjijikkan serta tatapan kasihan yang diberikan oleh sanak saudara serta para tetangga pada Sekar. Malu. Tentu saja Sekar malu, kecewa bahkan marah. Tetapi haruskah dia marah bila melihat wajah kedua orang tuanya yang telah lebih malu. Belum lagi dengan gunjingan dari kerabat dan tetangga tentang Kasih yang tega merebut calon suami adiknya sendiri. Bagaimana Sekar bisa menghadapi semuanya? Bisakah kata ikhlas dan sabar mengobati luka hatinya? Based On True Story ----- Copyright © November 2016 | Vea Aprilia | All Rights Reservered Dont copy-paste my Story.

More details
WpActionLinkContent Guidelines