Cinta sepihak

Cinta sepihak

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 24, 2020
Ini kisah ku, kisah dimana dimulai dari tetangga kelas sebelah dan terus terus menjadi hal yang tak pernah di masuk di akal kan nyesek baget kan gaes. Yaudah gue lanjutin ni ya gaess Nama gue Alasya gue anggap aja gue ke turunan korea, hehe halu dikit2, gue anak broken home, bokap sama bokap saya sudah 3 tahun yang lalu berpisah, sekarang gue tinggal dengan kakek dan nenek gue yang ngurusin hidup gue dari gue masih ingusan sampe gue menjadi anak yang cantik jelita wkwk . Gue anak nya suka keluyuran yang gak jelas, tapi bukan berarti gue anak nakal ya, gue suka aja di luar kalo di rumah gue ngerasa hampa aja gitu ingat nyokap sama bokap gue, hehe curhat dikit. Pagi yang indah, udara yang segar, burung berkicau, dan matahari yang mulai timbul. Gue berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki, gue mah gak gengsian orang nya, gue nyadar aja hidup gue gimana, dan akhirnya gue pun Tiba di sekolah yang tercinta dimana begitu banyak kisah yang sangat berharga buat gue. Oke dari sini gue mulai kisah gue dan somebody
All Rights Reserved
#500
cintasepihak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 8 LETTERS [chenle-ningning]
  • Anak DESA ✔
  • please stop it!! [Ending]
  • Kisah Sepihak
  • "BIANG KEROK" ⁉️ (Jensoo version)
  • CEO! • jenlisa [End]
  • Just A Nerd [JENLISA]
  • MY SWEET DUDA
  • MY EX GIRLFRIEND

SMA punya banyak kenangan dan cerita menarik bagiku. Masa dimana aku mengenal dewasa dan segala hal baru tentang dunia. Tentang cerita dengan banyak gelak tawa dan bahagia, beragam luka dan obatnya, obrolan tengah malam, juga akhir pekan yang menyenangkan. Kepalaku memutar banyak ingatan acak dalam 3 tahun itu, dan nama Akalanka adalah yang paling bisa kukatakan menduduki posisi pertama kenangannya. Kami berdua mengukir banyak memori di setiap tempat favorit yang tidak pernah bosan dikunjungi. Bertukar cerita, walaupun awalnya kuakui agak sulit membuatnya sudi membuka suara. Saling menguatkan dan mendengarkan dengan cara yang berbeda, sampai mencari kebahagiaan kecil yang terselip di beberapa tepian adimarga yang sering kami lalui bersama. Selamat datang di lembar kenangan bahagia dan luka perihal kesayanganku. Kilas balik seorang laki-laki sehangat mentari pukul tujuh pagi, yang hilang membiarkan jejaknya melekat pada setiap sudut ruangan. Lalu sepenuh rindu, aku menunggunya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines