Visual Squad

Visual Squad

  • WpView
    Reads 9,773
  • WpVote
    Votes 550
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2020
"Bunda, tadi kakak lihat ayah bergandengan tangan dengan wanita lain." "Astagfirullah adek, abang bilang bunda baru tau rasa." "Ayah tidur diluar aja kalo masih berhubungan dengan wanita itu." "Ayah Bunda, uang adek diambil abang yang baru dikasih aja sama kakak." "Bunda, beneran deh wanita yang ayah punya satu-satunya cuman bunda." © Jinsoo 2020 . hiyah ada yang bisa nebak itu kek gimana ceritanya? staytune ff baru dengan genre yang tidak terlalu baku dan agak lokal.
All Rights Reserved
#780
jinsoo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROblem ✓
  • BANGTAN COOKIES
  • struggle ||| NoMin [END]
  • When the Coffee Meet the Bubble
  • About Duo Kim!! || KIM SOHYUN ||
  • Bunda taehyung~~KOOKTAE
  • Destroyer Brother
  • Kim Yeon Seok✓
  • BestFriend [REVISI] - BTS BROTHER (END)
  • Duhkha Nirantara

"Setiap orang ingin menjadi pahlawan dalam cerita besar dunia, tapi aku hanya ingin memiliki kesempatan untuk memeluk mereka." Choi Jisoo berhati batu telah melunak karena rasa bersalah. Yang masih salah, dia melakukannya setengah-setengah, karena hatinya penuh keraguan, tak punya pendirian, seringkali meyakini hal yang salah, dan mudah terpengaruh. "Aku mungkin gila, tapi tidak sebodoh itu." "Aku mungkin bodoh, tapi tidak segila itu." Choi Jennie dan Choi Chaeyoung sedang saling memunggungi. Kini penuh perbedaan, tapi sebenarnya sama. Sama-sama gila dan bodoh. Mereka adalah si pelanggar aturan yang berusaha berubah menjadi manusia penuh pengertian. "Aku adalah aku. Aku tidak ingin berubah, tapi keadaan memaksaku. Tidak semuanya, aku masih melihatmu." Choi Lisa masih minim kepercayaan diri, tapi ingin membuat semua orang melihat ke arahnya dengan rasa kagum. Sepandai tupai menyembunyikan kacangnya, semahir itulah Lisa menutupi perasaannya. Satu-satunya yang tidak berbeda dari mereka adalah kemarahan. Mungkin waktu dan pengalaman akan membuat mereka lebih belajar cara mengendalikan lidah setajam pedang yang tidak mungkin berkarat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines