Konfigurasi Intuisi

Konfigurasi Intuisi

  • WpView
    Reads 325
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 24, 2025
Apa wujud rasa yang tak terungkap lantas akan menghancurkan harapan? Cinta tak perlu diungkapkan dengan perbuatan maupun kata-kata, cukup melakukan dengan sikapmu yang selalu berubah-ubah, menurutmu itu cukup. Itu yang aku pelajari dari dirimu. Aku juga manusia, yang butuh penjelasan, bukan sikap random-mu itu. Disaat aku mulai mundur, dengan segala kerendah dirian yang kumiliki, kamu memantapkan untuk maju. Hubungan kita hanya sebatas konfigurasi intuisi yang terasa semu. Terbentuk hanya karena rasa sangsi 'tuk mendekat, lalu menjauh dengan segala kerendah dirian yang kuciptakan sendiri. Apa perlu mengungkapkan wujud rasa yang sebenarnya? Sikapku yang selalu berubah-ubah juga kutahu, kian membingungkan. Anak pendiam dan kurang bersosialisasi tetapi aktif dalam kegiatan organisasi, dengan segala kerendah dirian dan kekurangan terselubung, wajar hanya menjadi parasit dalam hidup. Dalam hidupmu dan juga dia. Aku, Andine Sherlya Melodi dengan segala kepalsuan euforia dan selubung melankolis. Copyrigt© 2020
All Rights Reserved
#66
segitiga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines