Jūdai no seikatsu

Jūdai no seikatsu

  • WpView
    Membaca 71
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Feb 24, 2020
Minasan!.! . . . . Cerita ini sekedar mengisi kegabutan. Btw itu pakek bahasa Jepang karena aku pengen ke Jepang. Insyaallah kuliah di Waseda:v Seperti kakaknya (@Jerome Polin). . . . . Gak perlu panjang lebar,,aku buat sebuah cerita yang memuat kisah kehidupan remaja pada masa kuliah. Genre yang banyak diminati:v Terutama yang suka halu dan bucin:v Kaum rebahan jangan cuma rebahan,buat perubahan dengan baca ceritaku,mungkin akan timbul motivasi yang merasuk pemikiran hingga kalian berubah. .Tet .Tet .Tet Hajimemashou! #kebanyakan nonton Nihongo Mantappu😂mantappu ngambis. jeng...jeng...jeng
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • F.R.I.E.N.D.S ; The reason of parting (END)
  • My Boyfriend Is My Son ( End )
  • Heart Beat Of Seirin-Sweet Trouble
  • NOJAM & JAEMIN
  • ALEYA~~
  • Kita-san's beautiful cousin! || Inarizaki [Haikyuu]
  • HUNTER X HUNTER × READERS OC × WIND BREAKER
  • Aizawa minto Bertemu inuyasha

"Aku sangat mencintainya. Setiap malam aku selalu memikirkannya. Tapi apa dayaku? Di matanya aku hanyalah sahabat yang mungkin sudah dianggap seperti saudara sendiri. Kerap kali aku cemburu ketika dia bersama dengan wanita lain. Namun dia selalu tidak menganggap kegusaran hatiku. Membiarkan aku tenggelam dalam kepedihan, sendirian." "Dia cantik, sejak awal aku memandangnya telah ada rasa yang tak biasa. Matanya selalu mengundang getaran yang mendesirkan darah, mendebarkan jantung, hingga jari-jari bergetar hebat. Tapi rasa hanya sekadar rasa. Aku tak mampu untuk mengungkapkannya. Kedekatan kami tidak seromantis itu. Ada tembok besar berkedok persahabatan yang menghalangi hatiku untuk berbisik ke telinganya. Mungkin hingga kini dia pun hanya menganggapku tak lebih dari sekadar sahabatnya." "Biarlah aku diam, meski sebenarnya sangat ingin mengutarakan. Acapkali, menjadi pembohong itu perlu. Karena memang tidak semua kejujuran itu baik adanya. Mungkin selamanya hanya aku yang tahu tentang perasaan ini. Sudah tekadku. Demi kamu, demi dia. Demi kita."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan