Kisah, Perjalanan dan Puisi

Kisah, Perjalanan dan Puisi

  • WpView
    Reads 269
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 6, 2020
Antologi puisi dari isi otak seorang Dii/Dee. setengah nyata setengah imajinasi Dalam ruang sendiri Anyone share with me? Dalam hidup ada beberapa makhluk bernama manusia yg sulit dalam mengungkap jati diri Sangat pasif berkomunikasi secara langsung Tetapi aktif chit chat melalui jari Kalau boleh aku sebut, sosok seperti itu, Introvert yang ekstrovert Karena seperti kata bapak Carl Jung yg tersohor, ga ada sebenarnya manusia yg 100% ekstrovert/introvert. Semua manusia berada di dua titik itu. Cuma dalam peristiwa peristiwa atau bagian bagian tertentu dalam hidupnya, ada saat dimana salah satu point itu mendominasi. Yup, artinya karakter kita akan beradaptasi sesuai dengan hal hal yg terjadi sama diri sendiri. Saya sendiri? Setelah melewati beberapa fase kehidupan dari balita, SD, SMP, SMA, Kuliah dan kerja, poin paling mendominasi dalam hidup ya introvert makanya pelarian adalah nulis😅. Well, ada kebahagian sendiri saat isi otak bisa dituangkan kedalam sebuah cerita melalui proses imajinasi dan intuisi terlebih bagi orang yang "anti so sial". kkkkk dipisah ya "so sial". he eh, ngerasa sial karena cukup pasif. Kalau dipaksain aktif akhirnya bisa sadis dan buat orang meringis😅 Jadi untuk orang orang seperti saya pedoman terbaik adalah "MENULISLAH!" 2020, Februari penuh arti
All Rights Reserved
#999
poetry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Manusia dan Coretannya [TAMAT] - Revisi
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Ramananda Caraka [NOMIN] ✅
  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • Diary Dodol Amah
  • TIME will TELL {On Going}
  • Suara Asa: Nolisa

Kisah perjalanan menuju kesempurnaan penerimaan diri karena memiliki perspektif paling puitis dan melihat kebiasaan, ketakutan, dan penderitaan orang serta tubuh yang gemetar. Perjalanan pencarian jati diri menuju kesempurnaan penerimaan diri. Entah aku ada berapa namun mereka adalah aku!

More details
WpActionLinkContent Guidelines