Afsheen ✓

Afsheen ✓

  • WpView
    Membaca 4,206
  • WpVote
    Vote 472
  • WpPart
    Bab 36
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Agt 17, 2021
Afsheen, Found You Adalah cerita kedua yang aku tulis... *** Ketika mengetahui orang yang kamu cintai dan juga menjadi cinta pertama bagimu mengakhiri masa lajangnya, apa yang akan kamu lakukan? Menghalangi pernikahannya? Menyendiri di kamar lalu menangis, atau datang ke pernikahannya dengan senyuman terpaksa? Dia yang mencintaimu, bukan berarti juga dia tidak akan meninggalkanmu. Dan dia yang pergi darimu, artinya dia bukan yang terbaik untukmu. Dan dia yang engkau benci, bisa jadi akan kau cintai... Katanya sebuah pernikahan harus didasarkan oleh cinta, Katanya cinta akan datang dengan sendirinya setelah menikah, Katanya tak kenal maka tak sayang, Katanya Witing tresno jalaran soko kulino, yang artinya Cinta tumbuh karena terbiasa... Tapi itu semua bila ia bersedia membuka hatinya kembali untuk dicintai... Hati yang telah lama beku akibat patah hati, resiko dari mencintai. "Buktikan! buktikan kalau kau memang mencintaiku." Bagas mengembangkan senyumannya," jadi bagaimana, kau mau jadi pacarku?" Afsheen menggeleng cepat," bukan, bukan dengan pacaran." Bagas mengerutkan keningnya tidak paham. "Menikah... kalau memang kau mencintaiku, maka kau harus menikahiku." Afsheen berjalan meninggalkan Bagas yang terdiam mendengar ucapanya tadi, namun langkahnya kembali terhenti." Kalau memang kau mencintaiku, seharusnya kau tidak mengajakku untuk pacaran." *** Ini adalah sebuah dongeng yang akan menemanimu dikala sedang sendiri atau bosan dengan keadaan sekitar, dongeng Halu yang akan membuatmu tersenyum sendiri, baper atau sedikit menitikan air mata. Aku harap ada sekotak tisu yang menemanimu. *** Semoga responnya bagus, karena aku membuat cerita ini dengan segenap jiwa ragaku... Ini murni dari imajinasiku serta diselipkan kisah nyata... Aku mohon dukungan dari kalian semua, terimakasih banyak... Salam manis dari ku, PS : Apabila kalian suka tekan ⭐⭐
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#396
kehilangan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Man
  • Istri Cadangan
  • Dinikahi Ayah Tiri [END]
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Between Falling And love
  • Our Love Story
  • My Love Journey (End✓)
  • DikaRanggi
  • SAY SARANGHAE
The Man

WARNING !! Cerita ini bakal bikin kamu salting brutal dan senyam senyum sendiri!!! *Short Chapter Warning* - - - "Aku gak percaya kalau kamu cuma pernah pacaran saat kamu SMA." gumam Lili seraya menatap pria tampan didepannya, Atlas. "Kenapa gak percaya?" tanya Atlas. "Well... you sounds like a pro." jawab Lili dengan senyum jahilnya. "Im a pro? of what?" tanya pria itu seakan sengaja ingin mendengar jawaban Lili. "Dalam hal menggoda dan meluluhkan hati wanita. Kamu ahlinya." jelas Lili. Berharap Atlas akan mengerti perkataannya. Mendengarnya membuat Atlas tertawa. Dari tempatnya berdiri, Lili bisa melihat telinga pria itu memerah seakan menahan malu. Hal itu mengundang senyuman di wajahnya. "Jadi kamu sudah tergoda sekarang?" tanya Atlas lagi dengan jahil yang membuat pipi Lili bersemu. "Eh?" respon Lili sekenanya. Benar - benar bingung harus menjawab apa karena harus berhadapan dengan pria semenarik Atlas ini. "Kalau kamu penasaran tentangku, why dont we get to know each others? cause im curious about you too." ucap Atlas dengan kharisma yang meledak - ledak. Rasanya Lili ingin langsung pulang saja dan kabur dari sini. Wajahnya pasti sudah semerah tomat sekarang. Mungkin sekarang Lili benar - benar terlihat seperti orang linglung dimata Atlas, karena yang bisa ia katakan untuk menjawab itu hanyalah, "Shall we?" "Yes, we shall." jawab Atlas tanpa ragu. 🎖️#16 in Roman (13-10-2024) 🎖️#26 in Roman (29-06-2025) 🎖️#57 in Romansa (11-01-2026) 🎖️#43 in Romansa (14-01-2026)

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan