Sheila
  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 15, 2021
Berawal dari Novel, membuat kita merangkai kata,melewati berbagai asa, meningkatan rasa menciptakan berbagai momen yang tak bisa dilukiskan kata-kata. Itulah yang dirasakan Sheila. Berawal dari novel yang ia pinjam, dan pengembalian melalui perantara yang berujung cinta, akankah menjadi angan-angan belaka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • I'm Still Love You
  • Almost Us
  • OCTOBER AND LOVE
  • Ketika Kelinci Jatuh Cinta
  • Nikah!!! - Lai Guanlin
  • SALSABILLA ( END )
  • The Rainbow is Over
  • Satu nama yang abadi
  • Cinta Yang Tergantung

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines