TPS ( teman paling spesial)

TPS ( teman paling spesial)

  • WpView
    Reads 425
  • WpVote
    Votes 172
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 13, 2020
🎶🎶🎶 Resah dan gelisah... Menunggu disini Disudut sekolah... Tempat yang kau janjikan Ingin jumpa denganku Walau mencuri waktu... Berdusta pada guru ** Malu aku malu pada semut merah Yang berbaris di dinding Menatapku curiga Seakan penuh tanya... Sedang apa disini ? Itu Menanti pacar jawabku Sungguh aneh tapi nyata tak'kan terlupa... Kisah kasih disekolah... Dengan si dia Tiada masa paling indah... Masa-masa disekolah Tiada kisah paling indah... Kisah-kasih disekolah 🎶🎶🎶🎶 Mulai:27 February 2020
All Rights Reserved
#37
faza
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Your Home [COMPLETE]
  • Kaka Kelas Dingin (END)
  • We Are Best Friend! [ Telah Terbit ]
  • ZARNOSA
  • AndinArya
  • NARAFA
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • DENATA
  • Hunting Breath (END)
  • GALANG [SELESAI]

"I miss the old you, about home." ____ Mereka selalu berkata tidak ada tempat yang jauh lebih baik dibandingkan rumah, hanya berada di rumah kamu bisa menjadi dirimu yang sesungguhnya tanpa harus mengenakan topeng yang begitu banyak. Namun tidak bagi seorang Radin Anggana. Murid baru dengan pandangan teduhnya yang selalu saja berkutat dengan perasaan dan pikirannya. Rumah baginya bukanlah tempat yang menyenangkan, melainkan suatu tempat yang selalu menyimpan memori menyakitkan. Ya, hingga dirinya dipertemukan dengan tiga orang di dalam hidupnya. Seorang gadis dengan sayatan di lengannya, lalu laki-laki yang selalu menatapnya sinis, dan laki-laki yang tidak bisa hidup sendiri. ____ "Gue pengen pulang dalam artian yang sesungguhnya, bukan seperti ini." -Radin Anggana- "Pulang ke rumah bagi gue itu adalah hal paling mengerikan, sama seperti halnya hidup dalam kesendirian dan kegelapan." -Dhei Pradipta- "Jika orang yang kesepian dikumpul menjadi satu, apa mungkin mereka tidak lagi merasa kesepian?" -Dimas Rayana- "Kalianlah alasanku untuk pulang. Seandainya suatu hari nanti kita pergi dan tidak saling bertemu satu sama lain lagi, setidaknya aku tidak akan pernah menyesal pernah mengukir kenangan itu di dalam memori" -Rein Yashiaka- _____ #928 fiksi remaja (01.03.20) #783 fiksi remaja (06.05.20)

More details
WpActionLinkContent Guidelines