Story cover for Time : Why? by DinnyKha
Time : Why?
  • WpView
    LECTURAS 7,953
  • WpVote
    Votos 959
  • WpPart
    Partes 28
  • WpView
    LECTURAS 7,953
  • WpVote
    Votos 959
  • WpPart
    Partes 28
Continúa, Has publicado feb 27, 2020
"Kenapa waktu kita begitu singkat?" pada suatu malam sebelum kau menghilang, aku pernah bertanya seperti itu. 

"Waktu kita panjang. Hanya saja selama ini kamu memilih menjauh,  sebab itu tak ada kenangan, tak banyak waktu yang menyimpan kenangan." Itu jawabmu. Aku pikir, dengan menjauh segalanya akan menjadi baik. Kita akan kembali baik. Kau akan sadar betapa pentingnya aku, betapa kau merindukanku. Aku tak tau bahwa semuanya akan menjadi sangat terlambat untuk kita membuat kenangan.

Waktu berjalan. Hari akan usai. Kau pun akan menghilang.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Time : Why? a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#452sequel
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
RUMAH tanpa pintu  de diandlyne
36 partes Continúa
rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---
DANADYAKSA de KumbangPolkadot
70 partes Concluida
Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Once and Never Again cover
RUMAH tanpa pintu  cover
HARUSKAH KU PERGI cover
DANADYAKSA cover
Everything Happens for a Reason cover
RUMAH KECIL ITU by : Plavana cover
Noda dalam Cinta cover
Remember Me As A Time of Day✅ cover
Become a Foreign 'Actist' [minor revision] cover

Once and Never Again

7 partes Continúa

-sebuah kisah tentang bertahan, melangkah, dan hal-hal kecil yang tetap tinggal bahkan setelah waktu pergi. Di antara seragam putih-abu, buku pelajaran, dan jalanan yang dilintasi dengan napas lelah, Lunar menyimpan dunia yang jarang dilihat orang lain. Ia bukan siswa yang menonjol, bukan juga tokoh utama dalam cerita siapa pun. Tapi ia menyimpan puing-puing ketabahan-dalam diamnya, dalam cara ia menulis, bekerja, dan mencintai tanpa banyak suara. Suatu masa dalam hidupnya, ia bertemu seseorang yang tak direncanakan. Bukan cinta besar, mungkin. Tapi cukup untuk membuat jantungnya belajar irama baru. Ia mencoba menata kembali cerita yang dulu hanya ia simpan sendiri. Tentang hujan dan bangku kosong, tentang jendela kelas dan panggilan dari seseorang yang tak pernah ia sangka akan begitu berarti. Karena beberapa cerita tidak pernah benar-benar selesai. Mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk diceritakan kembali.