Chocolate

Chocolate

  • WpView
    Reads 4,552
  • WpVote
    Mga Boto 1,592
  • WpPart
    Mga Parte 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Jul 20, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Dengar, ada yang ingin aku kisahkan padamu. Perihal peluk yang tak jadi hangat semenjak kalimat keramat terucap. Kau tahu, tidak? Hal yang lebih patah dari luka? Bersama namun raga saling menjauh. Digenggam namun harus dilepaskan. Bersatu dipaksa berpisah. Ya, mungkin karena itu, cerita ini dirangkai menjadi untaian kata yang aku pun tidak tahu, apakah akan mendarat di pendengaranmu. Kisah sekedar kisah, entah mau berkisah atau tidak. Tidak ada yang tahu. Semesta yang paling tahu sekali pun, tidak kuberi tahu. Bukan karena mau menutupi, tapi bungkam yang akhirnya menjadi pendam adalah satu hal yang pasti agar luka tidak mendendam. Penasaran? Memang harus begitu. Supaya jelas, silahkan tilik cerita ini sampai selesai. Semoga semesta menyambut kalian dengan peluk.
All Rights Reserved
#14
chocolate
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Promise or Leave
  • ASRAR|
  • Tulisan Sastra✔
  • FIZYA
  • 00.00
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • As Time Allows
  • Maaf, Aku Terlambat END✅

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman