Stardom Syndrome

Stardom Syndrome

  • WpView
    Reads 3,711
  • WpVote
    Votes 429
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 1, 2023
[ SUDAH TERSEDIA DI TOKO BUKU! ] From: jelitaemelia@fmail.com Subject: Hello, it's not nice to see you Teruntuk Guntur Adipraya di tempat Gue nggak biasanya menulis e-mail, apalagi dengan tulisan yang formal. Makanya, gue nulisnya santai begini. Singkatnya begini, Guntur. Kita nggak saling kenal, tapi teman-teman gue suka banget ngomongin lo. Gue juga cukup sering melihat muka lo di TV rumah gue dan jujur, gue muak. Gue rasa, lo perlu paham kalau nggak semua orang suka sama lo--just in case, lo lagi besar kepala. Salam hangat, Jelita E // Sejak pertama kali menyaksikan Guntur di layar televisi, Jelita tidak melihat sesuatu yang spesial dari lelaki itu. Menurut Jelita, fenomena Guntur yang tiba-tiba terkenal ini sangat aneh dan membingungkan. Jadi, Jelita memutuskan untuk menulis e-mail untuk Guntur, tanpa tahu bahwa lelaki itu benar-benar membaca semua pesannya. -•-•- Copyright © 2020 by Sashi Kirana
All Rights Reserved
#132
ss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crossroads #TrueShortStory
  • Sing for Love [End]
  • ALLER
  • ALIN TRANSMIGRATION {End}
  • Days After We Met
  • Transmigrasi : Gua bukan Gay (TAMAT)
  • Bukan Antagonis [END]
  • ILUSI HATI (REVISI)✔                                                SudahTerbit
  • Dandelion's
  • TRIPLE J |JenoJaeminJisung|

[COMPLETED] "Setidaknya persimpangan jalan itu tau, kalau aku selalu liatin kamu dari jauh." 🎀🎀🎀 Aku akan bercerita sedikit tentangnya. Dia Bima dan dia bodoh. Meskipun setiap kami bertemu, ia akan bilang; "Acha! Gue Bima dan gue ganteng!" Seperti yang aku bilang, dia adalah laki-laki paling bodoh yang pernah aku temui. Maaf kalau kalian adalah salah satu penggemarnya tapi, aku tidak bercanda. Hingga suatu saat ia mengajakku ke suatu tempat. Tempat yang dipenuhi dengan bunga dan daun kering yang berguguran. "Acha, lo masih inget gue?" Tanyanya. "Kamu gila. Tentu aku ingat. Kita bertemu di toko buku itu. Aku belum pikun, Bima." Ia tersenyum kecil. "Mulai sekarang, jangan inget gue lagi ya?" Dan sejak saat itu, aku melupakannya. Cover from Pinterest ❤

More details
WpActionLinkContent Guidelines