PETAKA

PETAKA

  • WpView
    Leituras 610
  • WpVote
    Votos 53
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadConcluída sáb, mar 28, 2020
Srekk... Srekk... Srekk...!!! Hellen mendengar suara aneh itu lagi dari ruangan yang terkunci di rumah aneh tersebut, sudah hampir 2 minggu ia dan keluarga nya mendiami rumah aneh tersebut, tapi hal - hal aneh dan menyeramkan semakin banyak bermunculan di tempat terisolasi itu. Ayah terpaksa membeli rumah yang ada di desa terpencil seperti ini di karenakan 1 bulan lepas dia baru mendapat musibah yang menimpa perusahaan sukses nya yang ia bangun sejak usia lajang. Rumah yang letaknya jauh dari riuh kerumunan warga itu sudah lama tidak di tempati, karena banyak rumor yang beredar di daerah sana menyatakan bahwa rumah itu sudah terkutuk dan membawa petaka. Ocehan - ocehan para warga itupun satu persatu terdengar oleh Hellen akan tetapi Hellen tetap merasa biasa saja seolah-olah tidak ada hal yang perlu di khawatirkan di rumah ini, sampai ucapan dari warga - warga itupun menjadi kenyataan. Suara langkah kaki itu pun terdengar lagi melintas di depan kamar Hellen malam itu, gertakan itu terdengar di dalam gelap nya ruangan di sudut - sudut lorong, akan tetapi suara itu lambat laun mulai senyap dan menghilang. Pagi itu Hellen melihat ruangan itu lagi, dan ia mencium bau bunga melati yang tercium sangat menyengat dan jelas, bau itu berasal dari dalam ruangan aneh tersebut dan pagi berikutnya ia juga merasakan hal yang sama. Malam itu Nathan, Dito, dan Micheal datang berkunjung ke rumah Hellen untuk kerja kelompok tugas mereka di sekolah, Mamah menyuruh Hellen untuk mengajak teman - teman nya ke atas karena udara di luar dingin dan suasana juga sedang hujan deras Hellen dan teman-teman nya pun bercanda ria menghabiskan waktu di atas hingga pukul menunjukkan 00.00 WIB, tapi saat akan turun kebawah Hellen mendengar suara teriakan dari bawah, ahhh... Tolong... Tolong!!! suara itu semakin keras hingga sangat terdengar hingga lantai atas. Namun, hal yang tak Hellen duga ia temukan di malam itu...
Todos os Direitos Reservados
#28
petaka
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Pangeran Kegelapan
  • BELASUNGKAWA [SUDAH TERBIT]
  • Terjebak 2 Alam [S1 dan S2]
  • Long Way Love
  • crazy, you guys are crazy
  • 2. Gending Alas Mayit
  • DARAH PERJAKA
  • The Others
  • 𝘚𝘵𝘦𝘱𝘣𝘳𝘰𝘵𝘩𝘦𝘳 || 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘩𝘺𝘶𝘤𝘬 ✔

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo