Guerrero Socialista

Guerrero Socialista

  • WpView
    Lecturas 91
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, may 18, 2020
WpInfo
No ficción
Ezy berdiri dari duduknya. Tangannya masih sibuk melilit tali pancing pada kailnya. Matanya tajam memandang rombongan orang yang datang dengan pakaian rapi. Mereka mendatangi nelayan yang sedang duduk di sampannya. Satu persatu rombongan itu melakukan wawancara dan mencatat informasi dari nelayan pada lembaran yang telah mereka siapkan. Beberapa diantaranya mengambil foto. Daerahnya merupakan daerah pemekaran. Baru sekitar sepuluh tahun Provinsi dan Kabupatennya berdiri. Orang-orang kota berdatangan ke kampung mereka. Menggunakan kesarjanaan yang mereka punyai, mereka memutuskan arah mana pembangunan daerah baru ini. Tentu, berdasarkan teori dan pengalaman mereka masing-masing. Pembangunan daerahnya menggeliat. Gedung baru berdiri, orang-orang kota berdatangan. Mereka mengisi ruang pemerintahan dan kekuasaan, sedangkan Ezy dan pemuda tempatan lainnya hanya sekadar objek untuk diwawancarai? Ezy berontak. Kamilah yang paling tahu kearah mana pembangunan daerah kami. Ia memantapkan hati. Nelayan harus dia tinggalkan. Menempuh pendidikan tinggi, lalu duduk bersama orang-orang itu. Memberitahu mereka kemana seharusnya arah pembangunan pulaunya. Cerita ini fiksi belaka. Jika ada kesamaan karakter maka itu hanya kebetulan saja
Todos los derechos reservados
#2
pemuda
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SUMPAH : Bukankah Itu Balasan Yang Setimpal?
  • 7 Sumpahan Permata
  • [OG]  Alaskandila
  • Memory Season 1 (Complete)
  • BoBoiBoy FanFic : Move On Delivery
  • Novel I'm Yours - By Anna Lee
  • Infinite Fighters Middle Wildland 1: Claw Of Darkness-Cengkaman Kegelapan
  • Aliz
  • • iman𝓊l •

Kerja kursus yang ditugaskan telah membawa tujuh rakan sekuliah ke Melaka. Namun hujan lebat yang turun dalam perjalanan pulang, telah menyebabkan mereka terkandas di Pulau Cendana, sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni. Pertemuan mereka bersama empat orang lagi di rumah tumpangan di pulau itu menyematkan rasa selamat namun pada pagi hari kedua, mereka dikejutkan dengan penemuan mayat salah seorang penghuni, tergantung tidak bernyawa di pondok bot. Tanpa talian telefon dan sebarang bantuan, mereka terpaksa bermalam sekali lagi di pulau itu namun seorang lagi turut dijumpai mati. 'Mereka terpaksa biarkan jasad Azrul di pondok bot. Kata Qayyum, mereka jumpa arwah tergantung di situ.' 'Macam mana kita nak balik? Aku sendiri buntu.. tak tahu macam mana kita nak balik?' 'Nyawa harus dibayar dengan nyawa. Bukankah itu suatu balasan yang setimpal?' Apakah yang sebenarnya berlaku? Berjayakah mereka semua pulang dengan selamat?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido