Agniya dan Problemnya

Agniya dan Problemnya

  • WpView
    LECTURAS 449
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa1h 27m
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, abr 1, 2020
Gagal ngampus setelah lulus SMA? Bukan hanya Agniya. Tapi kalau sampai nge-gap dua tahun lamanya, yakin masih berharap masuk PTN impian? *** Agniya menjadi peserta Ospek kelahiran 1998 di antara peserta lain yang rata-rata kelahiran 2001 bahkan 2002, sering diganggu sama berondong, dikira sudah berkeluarga, sampai dikejar-kejar dosen muda berusia awal 30-an. Agniya juga harus menahan emosi tiap kali mendapat perlakuan tak sopan oleh teman kuliahnya, karena bagaimana pun pada kenyataannya, jiwa 'tua'nya tersentil. Tapi dia cukup salut dengan teman sekelasnya yang tak jarang memperlakukannya dengan terhormat dan menyebutnya 'Kakak Tertua'. Di samping semua itu, kenyataan bahwa teman-teman semasa SMA-nya sudah wisuda dan sebagian lainnya memiliki usaha, sedangkan dia masih berada di tingkat 2 membuatnya mengaku terserang krisis seperempat abad. Agniya merasa hidupnya tidak memberi manfaat apa pun, terutama bagi agama. Bahkan dia ingin berhenti kuliah saja. Melihat Abi yang juga menunda kuliah selama dua tahun tapi sudah memiliki bisnis kafe yang bercabang-cabang, Agniya merasa gagal. "Nikah muda, enak kali, ya." Begitu ucapnya. Tapi tentu saja Almira, asisten dosen yang mengenalkannya dengan LDK (Lembaga Dakwah Kampus), tidak tinggal diam. Berkat Almira juga, Agniya bertemu dengan Affan, senior tingkat 4 yang dijuluki Ustadz Muda DKV.
Todos los derechos reservados
#45
mahasiswa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Woman Who Called Mother
  • Lelaki Itu Takdirku
  • SAKITI AKU! [ ✅ COMPLETED ]
  • Sumandak Si Jejaka Russia
  • BENAR UNTUKMU [COMPLETE]
  • My Best Mama
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]
  • 𝐒𝐞𝐛𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐛𝐚𝐝𝐢 | 𝐎𝐆

Jika doa ibumu tak kunjung dikabul. Maka salahkan saja Tuhan. Karena ia mengingkari janjinya untuk mengabulkan, segala doa yang ibumu panjatkan. * Dalam ketidaktahuan. Setiap pertanyaan tak punya jawaban. Dalam ketidaktahuan. Yang terbaik belum tentu sempurna. * Sejauh kaki melangkah. Aku tak pernah melihatmu berdiri di sana. Sehitam cat tembok rumah. Kau tak pernah ingin merubahnya. Sebiru laut, seluas langit, adakah ruang kosong di dalam hatimu, Bunda? * Dalam kantong keserakahan aku memohon. Sebening air matamu. Seluas pengampunanmu. Aku minta maaf.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido