Noi Due
  • WpView
    Reads 298
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 22, 2020
Mereka mengira hubungan yang mereka jalani selama ini akan berakhir hidup bersama selamanya dan berakhir bahagia. Namun, takdir dan tanpa adanya rasa kepercayaan menolak hubungan mereka. Disaat kepercayaan pada sang kekasih menjadi tak lebih berarti dari ucapan orang lain. Maka, semuanya hancur bagai debu yang berterbangan. Hatinya pedih dan gundah. Tak ada lagi yang bisa ia rasakan, selain meratapi apa yang telah terjadi. Bangkit, lalu bahagia? Atau terus tenggelam dalam tepian rasa sakit? #Bantu votee nya :)
All Rights Reserved
#260
coldboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • LIAR [SELESAI]
  • The Senior Next Door
  • Kenapa Harus Dia?
  • Satu Tahun Bersama Hari [Sudah Terbit]✔
  • KISAH
  • Cold As Ice
  • I Hope You (DISCONTINUED)
  • Back For Me (Completed)
  • BEDA DUNIA

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines