Aku & Kabinetku

Aku & Kabinetku

  • WpView
    Reads 228
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 2, 2020
Bukan soal rasa yang mudah terbalas hanya dengan paras, tetapi perjuangan yang mengandung makna bukan untuk maksud melainkan tujuan. Itulah yang dirasakan Ayana gadis yang berumur 17 tahun pelajar tingkat akhir, tepatnya SMA. Awal kisah yang tak pernah terngiang dipikiranya, namun rasa yang tak bisa dihindari membuatnya harus membuat kabinet untuk menjalankan misi. Bukan sembarang misi, bukan untuk tragedi, bukan pula ambisi. Tetapi misi yang akan selalu terukir dihatinya.
All Rights Reserved
#116
ambition
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paper Hearts
  • Perjuangan Yang Tak Dihargai(TAMAT)
  • 3 Gokil Friends
  • Sangkar Emas di Bukit Dago
  • Viva La Vida
  • Argumentasi Dimensi [Completed]
  • [END] Blind Rainbow
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • [End] Mimpi Awan di Bawah Langit Kelabu
  • This Is My Dream

Aku dan kamu, sama. Masing-masing dari kita punya mimpi. Mungkin impianku dan impianmu berbeda, namun satu yang pasti, aku dan kamu tentu ingin impian itu menjadi nyata. Ibuku pernah berkata bahwa untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu tidaklah mudah, namun tidak juga tidak mungkin. Selama kamu dan aku berjuang, pasti kita bisa meraih impian kita. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang menganggap remeh kita? yang mengucilkan mimpi kita? yang mengatakan mimpi kita adalah hal yang harus kita lupakan? Ya. Aku tau, aku dan kamu pasti pernah terluka karena hal-hal itu. Pahit memang. Namun, jika kamu mau membuka mata dan hati, suatu saat kamu akan berterima kasih kepada mereka yang menyakitimu. Disini, ku tuliskan semua ceritaku dalam mewujudkan impianku. Tentang mereka yang mendukungku, tentang mereka yang mematikan harapanku, juga, tentang dia... malaikat yang Tuhan kirimkan untuk menyemangatiku dikala aku hampir menyerah pada impianku. Kisah ini kutulis untuk mengenang sakitnya perjalanan menggapai mimpiku, juga, indahnya pelajaran yang kudapat. Kisah ini juga ku tuliskan untuk mengenang indahnya senyumnya. Untuk impianku... dan untukmu, yang tau indahnya bermimpi...

More details
WpActionLinkContent Guidelines