Natasya [on Going]

Natasya [on Going]

  • WpView
    Membaca 274
  • WpVote
    Vote 43
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Des 11, 2022
"Dari pada pacaran sama lo pada.. Muka aja laki mental bencong" balas Natasya dengan tenang duduk di kursi nya Arjuna yang mendengar nya langsung meraih kerah baju Natasya dan melayang kan tangan nya yang sudah terkepal. "apa lo? Mau mukul cewek juga? Mau nunjukin ke bencongan lo?! " ucap Natasya penuh kekesalan pasal nya Arjun tidak hanya menarik kerah baju nya saja melain kan tali kutang nya pun ikut tertarik dan membuat bawah dada nya sakit. "beruntung lo Cewek! Kalau bukan, udah abis lo!" ucap Arjun geram dan melepaskan cengkraman nya di kerah baju Natasya dan pergi keluar kelas. Dia harus melampiaskan emosi nya di tempat lain. Natasya meringis merasakan panas di bahunya akibat tali kutang nya yang menampar bahu nya saat di lepas Arjun tadi. ********** Penghianatan oleh sang kekasih membuat Natasya mengalami masa - masa berat. Tidak pernah dia bayangkan sebelum nya semua nya akan berkhianat dan pergi meninggalkan nya. Natasya harus ikut keluarga ayah dan ibu tirinya serta pindah ke sekolah baru. Disana dia bertemu dengan Arjun sang ketua geng blackJ dan juga Rina selingkuhan kekasih nya dulu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#85
selebgram
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Be Yours
  • My boy is My LOVE
  • AMNESIAL (END)
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Bukan Salah Cupid "Memanah"
  • ONLY SIX BOYS
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Dear of Natasya
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • ARTAN
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan