Broken' ✔

Broken' ✔

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 14, 2020
**[SLOW UPDATE] -o0o- •|Prolog Squel 'H a n c u r' Satu kata yang dapat menggambarkan perasaannya saat ini. 'Sakit' ketika diri kita menyaksikan pertengkaran orang tua secara langsung di depan mata. Malam itu terulang kembali. Praangg! Aksi lempar-banting benda belum juga usai. Sang Ayah memarahi dan memaki sang ibu karena merasa tidak terima dituduh berselingkuh. Sang ibu telah menangis karena merasa tak sanggup menahan semua beban. Padahal,dengan mata kepala sendiri sang ibu melihat suaminya keluar dari sebuah hotel dengan seorang wanita yang penampilannya telah urak-urakan. Keluar dari mulut sang suami,ingin dinas keluar kota. Tapi,nihil! Yang didapat malah 'pengkhianatan'. Nisyana kecil menangis tersedu-sedu di atas kasur pojok kamarnya. Ia menekuk lutut dan memeluk sebuah boneka beruang berwarna cokelat susu. Disana,ia menangis se jadi-jadinya. Kamar inilah yang menjadi saksi bisu 'penderitaannya'. 'Ana salah apa, Tuhan?' -o0o- ^°Di revisi setelah cerita ini selesai! ^°Start : 1 Match 2020 ^°Finish : -
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Athena : Kleines Mädchen und ihre Wunde
  • Rintik Hujan
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • LEEANKA | COMPLETED
  • Sweet Nothing
  • Remember You - {On Going}
  • RAPUH : BROKEN HOME [END]✔
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • About Naskala [on going]
  • Egois (Clara) END✔

~Secuil kisah~ 2010 " Athen sama Jena ikut Om ya" Siulet Pria paruh baya yang menghampiri ku yang masih setengah sadar karna bangun tidur. Aku yang masih bingung dengan semua keadaan yang ada ini hanya bisa mengikuti suara yang ku kenal sebagai kakak dari ibuku itu. Aku dan jena di bawa ke rumah Om Hans Kertanegara, ayah dari kakak tercinta ku shanee. Walau setengah sadar aku ingat aku diantar ke kamar tempat biasa aku menginap jika kesana dan terlihat om ku berpesan pada Bi Nina, pembantu yang dari kecil sudah menemaniku main ketika disini " bi saya titip mereka berdua ya, nanti siang shanee pulang. Saya dan Henny harus balik ke pengadilan lagi sidang perceraiannya belum selesai" " baik tuan, semoga sidang perceraian Nyonya Dyah dan Tuan Andreas berakhir damai dan proses nya lancar ya tuan" " iya bi, doain ya.." " ha cerai? Siapa yang cerai " teriakku dalam hati. Namun kantukku tak tertahan kan aku kembali tidur dengan memeluk kembaranku yang ternyata sepanjang perjalanan tadi sudah tertidur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines