Surat Untukmu Wahai Akhi

Surat Untukmu Wahai Akhi

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 6, 2020
WpInfo
Poetry
Assalamu'alaikum Akhi.. Maafkan aku yang telah mencintaimu. Maafkan aku yang telah membuat hari-harimu terganggu. Mungkin selama ini kau tak menyadari kalau ada seorang ukhti yang mengharapkanmu. Aku pun tidak tau dari sisi apa aku mencintaimu.. Perasaan itu tiba tiba saja menyusup di dalam jatiku saat pertama kali aku melihatmu satu tahun lalu. apa aku salah jika aku memendam rasa ini padamu? Akhi... Apa yang harus aku lakukan ? apakah kau mengetahui tentang rasaku ini? Aku merasa bersalah perasaan ini. Ingin sekali aku menghilangkan rasa ini. merelakanmu. tapi kau tau ? hati ini semakin sakit bila aku menjauh darimu. melupakanmu. Kalau saja kau tau perasaanku saat ini . menahan sakit dihati. apakah jika kau tau perasaanku, apakah kau sudah tak mau lagi mengenalku? Akhi... maafkan aku yang telah mencintaimu. biarkan saja semua ini ku pendam sendiri. menahan rasa sakit ini sendiri? kau tau sesuatu yang belum terwujudkan itu apa? itu adalah aku yang mencintaimu. yang selalu memendam rasa ini sendiri tanpa diketahui orang orang. hanya menyebutmu dalam do'a dan kutuliskan namamu dalam buku harianku. Terimakasih.. Akhi By. Wulandari (Rembulan)
All Rights Reserved
#76
puisiislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The last song of our love in London •END•
  • Maina & Maxim
  • senja di matamu
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • Kepada sang pencipta rindu
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Ya ALLAH Aku Jatuh Cinta
  • di akhir perang
  • Slow Days (FIN)

[MK] Pernah berfikir bahwa hidup terlalu kejam? kau yang saat ini terpuruk karena cinta, atau kau yang sedang berharap tanpa kepastian akan menjadi apa kisah kalian. Percayalah, kalian tak pernah sendiri. Diluar sana, banyak juga yang merasakan sakit dan derita seperti yang kalian rasakan. Dan aku, aku pun merasakan semua itu. Aku yang harus melepaskan orang yang aku cintai, aku yang harus mengubur impianku untuk bisa bersamanya. Mungkin kau berfikir bahwa kisahmu teramat pedih, kau merasa hidupmu tak kuat lagi menahan kegetiran. Kisahku mungkin jauh lebih buruk dari itu. Kisah mereka pun mungkin jauh lebih buruk dari kisahmu. Namun, kita tahu bahwa kita tidak sendiri, kita masih berhak untuk tersenyum, kita masih berhak untuk menikmati kehangatan matahari setiap pagi. Apa pun, aku hanya ingin sampaikan satu hal padamu, cinta memang tak selamanya harus memiliki, dan kau tetaplah layak bahagia dengan siapa pun yang benar-benar berjuang untukmu. "I know in this world there can't be a life that runs smoothly ..." Ucapku sambil tersenyum getir, mengingat semua perlakuan manis Jeon kepadaku. Tetapi kenapa Jeon? But why does it have to be Jeon!!? -Tahun 1986, kota London-

More details
WpActionLinkContent Guidelines