BANJIR DARAH DI KOTA RAJA, serial JAKA LELANA pendekar pedang bayangan
Hanya lima jurus, tubuh kepala prajurit narapati cempani sudah bersimbah darah, lengan kirinya, perut dan pahanya sudah mengeluarkan darah, di jurus ke tujuh, narapati cempani tidak bisa menghindari sabetan pedang senopati muda murid Patih Guru Santri.
Lehernya robek besar, tidak ada teriakan ketika darah menyembur dari leher kepala prajurit tersebut, hanya ada suara yang mirip hewan di gorok lehernya.
Sesaat kemudian, jatuh tergeletak di lantai pendopo dengan leher yang hampir putus daranya membanjiri lantai pendopo agung.
* * * * *
"Para prajurit..!"
"Kalian semua memakai kain hitam, lambang kaki tangan pemberontak..!"
"Lihat, mayat mayat yang darahnya saat ini membanjiri istana..!"
"Mereka adalah pimpinan kalian..!''
"Aku tau, sebagai seorang prajurit, kalian hanya mengikuti perintah pimpinan kalian..!"
* * * * *
"Apakah mereka prajurit dari sebuah kadipaten..?"
"Sepertinya bukan romo, mereka tidak berpakaian layaknya seorang prajurit.."
"Tapi seperti sebuah perguruan silat..". jawab jaka lelana.
"Siapa pun mereka.."
"Sepertinya, akan terjadi banjir darah di kota raja.." ucap ki demang suramanik dengan suara rawan.